Suyudi Akui Bahagia Rangkap Jabatan Kapolri dan Kepala BNN

Jumat 23 Okt 2026, 14:37 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. (Sumber: Mabes Polri)
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. (Sumber: Mabes Polri)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Jenderal Suyudi Ario Seto mengaku bahagia mengemban jabatan sebagai Kapolri dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Di hadapan sejumlah pejabat daerah dan pejabat utama Mabes Polri, Suyudi menyinggung dua jabatan yang diembannya saat membuka sambutan dalam kegiatan tersebut.

“Saya sangat berbahagia karena saya bisa berbicara kapasitas saya sebagai Kapolri sekaligus juga sebagai Kepala BNN,” kata Suyudi saat menghadiri pengungkapan kasus dugaan penyelundupan satu ton ketamine di Perairan Belawan, Sumatera Utara, Jumat, 23 Oktober 2026.

Dalam kesempatan itu, Suyudi juga menyoroti persoalan peredaran narkoba di Sumatera Utara. Dia menyebut provinsi tersebut berada di peringkat pertama terkait tindak pidana narkoba berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga: Bertemu Panglima TNI, Kapolri Suyudi Ario Seto Soroti Vape Narkoba dan Tambang Ilegal

Meski demikian, ia meminta jajarannya tidak berkecil hati menghadapi data tersebut. Menurutnya, tingginya angka pengungkapan kasus juga menunjukkan adanya upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkoba.

“Jangan kecil hati, walaupun nomor satu tapi pengungkapannya juga banyak juga,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pemberantasan narkoba tidak boleh hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku. Langkah pencegahan perlu diperkuat untuk memutus mata rantai peredaran narkotika sejak dari sumbernya.

“Jangan kecil hati dengan data, data biasa tapi yang paling penting langkah-langkah kita hadapi narkoba harus terus. Dari hulunya pencegahannya,” ucapnya.

Baca Juga: Soal Kapolres Jakpus Diadukan ke Kapolri, Kasat Reskrim Beri Penjelasan Soal Penghentian Penyelidikan

Sebelumnya, operasi gabungan Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, dan unsur kepolisian perairan mengungkap dugaan penyelundupan satu ton ketamine yang diangkut kapal MT Global 168 di kawasan Perairan Belawan, Sumatera Utara.

Kapal yang membawa barang bukti tersebut telah diamankan dan disandarkan di pelabuhan untuk kepentingan penyelidikan. Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama sejumlah instansi dalam mengawasi jalur laut yang diduga digunakan untuk memasukkan narkotika.


Berita Terkait


undefined
Nasional

Kapolri Kembali Mutasi 3 Kapolda

News Update