Masalah penumpukan sampah di berbagai sudut wilayah dan sungai yang tak terawat menjadi catatan kritis Pemprov Jabar.
Pemkab diminta melakukan penataan estetika kawasan secara menyeluruh mulai dari permukiman, trotoar, hingga kawasan perbatasan tanpa mengabaikan keberadaan ruang terbuka hijau, sungai, dan lahan pertanian.
Baca Juga: 6.000 Orang Ramaikan Hari Santri di Bekasi, Tri Adhianto Dorong Berani Bermimpi Besar
Dedi menetapkan target konkret untuk perbaikan fasilitas umum di Kabupaten Bekasi. Ia meminta agar per alokasi anggaran pembangunan dipercepat sehingga manfaatnya langsung dirasakan.
"Targetkan tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan bolong dan sekolah jelek di Kabupaten Bekasi," kata Dedi
Dedi menginstruksikan agar proses lelang pengadaan barang dan jasa dilakukan secara terbuka, profesional, serta bebas dari praktik 'titip proyek'.
Ia juga meminta Asep untuk menjadi pemimpin yang rajin turun ke lapangan, bukan sekadar 'bupati kantoran'.
"Harus jadi bupati trotoar, bupati sawah, bupati kebun, bupati pabrik. Muter tiap hari, pantau langsung kondisi masyarakat," pungkas Dedi.
