POSKOTA.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melaju di zona hijau usai sempat tertekan dalam beberapa waktu terakhir. Aksi beli pada sejumlah saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi penopang utama kebangkitan indeks sekaligus memicu pemulihan sentimen pasar.
Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini mendapat dorongan signifikan dari aksi rebound saham-saham BUMN, khususnya di sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan.
Analis saham Muhammad Nafan Aji menilai performa emiten plat merah tersebut membantu menopang pergerakan indeks di tengah dinamika pemulihan kepercayaan investor.
"Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari kontribusi saham-saham BUMN yang mengalami rebound, terutama dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan," ujar Nafan Aji di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Baca Juga: IHSG Menguat ke 5.387, Fundamental Saham BUMN jadi Motor Kebangkitan
Saham BUMN Naik dan Sentimen MSCI
Pada perdagangan sesi pertama, kenaikan tercatat di sejumlah saham BUMN antara lain:
- ANTM naik 4,04 persen
- BRIS naik 2,89 persen
- BMRI menguat 2,43 persen
- BBNI mengikat kenaikan 2,15 persen
- TLKM terangkat 1,89 persen
- BBRI menguat 1,07 persen
Besarnya pengaruh saham BUMN terhadap pergerakan indeks tidak lepas dari bobot kapitalisasi pasar atau market cap masing-masing emiten.
Perubahan harga pada emiten perbankan kelas berat seperti BBRI, BMRI, dan BBNI, serta emiten telekomunikasi TLKM, memberikan bobot poin yang cukup menentukan arah pergerakan IHSG.
Baca Juga: Telkom Siapkan Percepatan Buyback untuk Mendukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham
"Besarnya kontribusi BUMN terhadap IHSG juga perlu dilihat dari kapitalisasi pasar masing-masing emiten," ungkap Nafan.
Kendati demikian, untuk mengukur dampak kuantitatif secara presisi, perhitungannya masih bergantung pada akumulasi poin sumbangan tiap saham hingga penutupan perdagangan.
Kenaikan saat ini dinilai menjadi indikator awal pemulihan pasar, terutama jika diimbangi akumulasi beli yang konsisten dari investor domestik maupun asing pascapengumuman MSCI.
“Penguatan saham BUMN ini dapat menjadi katalis positif bagi pemulihan pasar, terlebih apabila didukung oleh aksi akumulasi yang konsisten dan membaiknya kepercayaan investor domestik maupun asing," kata Nafan.
