Pengolahan Sampah Maggot di Karet Tengsin Berhasil, DPRD DKI Minta Pemprov Turun Tangan

Kamis 22 Okt 2026, 17:06 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Elva Farhi Qolbina. (Sumber: ddjp)
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Elva Farhi Qolbina. (Sumber: ddjp)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berhasil membuktikan efektivitasnya. Melalui metode budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), warga RT 10/RW 09 setempat kini mampu mengolah hingga 30 kilogram sampah organik setiap minggunya sekaligus mengurangi beban penumpukan sampah di ibu kota.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina, memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang dipelopori oleh Ketua RT 10/RW 09, Yustian, tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa penyelesaian masalah sampah Jakarta bisa dimulai dari tingkat lingkungan terkecil.

"Keberhasilan ini membuktikan bahwa masyarakat dapat mengatasi persoalan sampah di lingkungannya masing-masing," ujar Elva saat meninjau lokasi.

Baca Juga: DPRD DKI Tetapkan Jadwal Pembahasan Raperda APBD 2027, Fokus Isu Lapangan Kerja hingga Banjir

Integrasi Ekosistem dari Sampah Dapur jadi Pakan Ikan

Program yang dirintis sejak Juni 2026 ini didukung oleh fasilitas pemilahan dan budidaya yang memadai. Saat ini, warga mengoperasikan 20 biopon (wadah budidaya maggot), satu unit alat pencacah sampah organik, dua kandang lalat BSF, serta beberapa silinder biopori.

Uniknya, sistem pengelolaan di Karet Tengsin tidak berhenti pada penguraian sampah. Larva maggot yang dipanen langsung dimanfaatkan sebagai pakan untuk kolam ikan buatan di sekitar lokasi pemukiman.

Elva menilai keberadaan kolam ikan ini menjadi kunci sukses terintegrasinya rantai pengolahan sampah di Karet Tengsin. "Kolam ikan membantu memanfaatkan hasil budidaya maggot. Tanpa fasilitas pendukung, maggot justru bisa menumpuk dan warga kesulitan memanfaatkannya," jelasnya.

Dari lima wilayah di Jakarta yang menjalankan program serupa selama empat bulan terakhir, Karet Tengsin tercatat sebagai wilayah dengan hasil yang paling optimal.

Baca Juga: DPRD DKI Buka Suara Soal Kunci Pengurangan Sampah Jakarta Sebut Pilah dari Rumah, Jangan Cuma Diolah

Masih Membutuhkan Intervensi Fasilitas dari Pemprov DKI

Meski menunjukkan tren positif, pengembangan kapasitas pengolahan sampah di Karet Tengsin masih terbental fasilitas teknis. Warga saat ini sangat membutuhkan alat pencacah sampah berkapasitas lebih besar agar proses penyiapan pakan maggot lebih efisien.

Selain itu, diperlukan pula alat penyaring khusus untuk memisahkan pupuk organik (kasgot) dari larva.


Berita Terkait


News Update