"Kalau kita lihat valuasi perusahaan-perusahaan kita, termasuk BUMN, saat ini boleh dikatakan sangat rendah akibat koreksi. Kami di Danantara melihat ini sebagai opportunity ke depannya," ujar Rosan saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta.
Rosan secara khusus menyoroti sektor perbankan yang dinilainya memiliki daya tahan finansial paling kuat dan solid.
Menurutnya, fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini lebih didominasi oleh rumor dan faktor non-fundamental jangka pendek.
"Pegangan kami adalah fundamental. Naik turunnya harga itu dinamika pasar, tapi Danantara hadir sebagai long-term investor. Ini momen yang sangat baik untuk mulai berinvestasi pada saham-saham berkualitas di Indonesia," pungkas Rosan.
