Pesan tersebut menjadi pengingat agar para menteri tidak cepat berpuas diri. Pemerintah masih perlu meningkatkan kinerja, memperbaiki pelayanan publik, serta memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: 100 Orang di Cirebon Tumbang Diduga Keracunan MBG, Korban Dilarikan ke RS
Penghematan Anggaran Bisa Diperbesar
Selain membahas tekanan yang dihadapi pemerintah, Prabowo turut menyinggung efisiensi belanja negara. Ia membuka opsi penghematan lebih besar jika diperlukan untuk menghadapi situasi yang berkembang.
“Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti,” ujar Prabowo.
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa efisiensi tetap menjadi salah satu pilihan dalam pengelolaan anggaran pemerintah. Namun, Presiden belum merinci kementerian atau lembaga yang akan terdampak, nilai penghematan, maupun waktu penerapannya.
Karena itu, pernyataan tersebut belum dapat dipastikan sebagai keputusan resmi untuk memangkas anggaran pada pos tertentu.
Jika diterapkan, penghematan perlu mempertimbangkan kebutuhan program prioritas dan pelayanan masyarakat. Efisiensi bukan hanya soal mengurangi belanja, tetapi juga memastikan uang negara digunakan secara tepat sasaran.
Pernyataan Prabowo memuat dua pesan utama, pemerintah tidak ingin terlihat gentar menghadapi tekanan dan tetap membuka ruang untuk memperketat penggunaan anggaran. Langkah konkret terkait MSCI maupun penghematan belanja masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah.
