POSKOTA.CO.ID - Penipuan berkedok donasi untuk seorang penjual roti menjadi perhatian usai beredar di media sosial. Dalam unggahan tersebut, foto yang memuat kode QRIS diduga hasil editan.
Dikutip Poskota dari akun Threads @faridakbar133, Rabu, 21 Oktober 2026, sebuah narasi mengajak netizen membantu penjual roti berkebutuhan khusus di sekitar Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Penjual tunanetra itu disebut sepi pembeli hingga tidak punya uang sampai menukarkan dagangannya dengan beras di warung. Karena merasa iba, ia akhirnya membantu dengan menyebarkan kode QR penjual roti tersebut.
Kecurigaan Netizen pada Keaslian Foto
Netizen menelusuri keaslian foto hingga didapati kode QR yang disebarkan di media sosial ternyata tidak tertera di foto aslinya.
Baca Juga: Viral Modus QRIS Diduga Terhubung Top Up Judol, Pembeli Diimbau Cermat Cek Merchant
Dokumentasi asli hanya memperlihatkan sepasang suami istri yang berada di dekat pagar sedang menjual dagangan roti mereka. Di kotak roti pun hanya tertera keterangan harga yaitu Rp1.500, tidak ada keterangan lain atau bahkan kode QR.
Pelaku yang menyebarkan penipuan ini diduga menambahkan kode QR dirinya sendiri demi keuntungan pribadi dari hasil empati masyarakat.
Meski begitu, akun-akun dengan nama lain juga menyebarkan hal yang sama sehingga publik berspekulasi bahwa pelaku memiliki banyak akun atau bahkan aksi dilakukan secara berkelompok.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai apakah terdapat tindakan hukum kepada pelaku. Tidak dapat dipastikan juga apakah sudah ada transaksi, berapa total uang yang terkumpul, hingga apakah penjual roti mengetahui bahwa fotonya dipakai untuk penipuan penggalangan dana.
Netizen Diimbau Periksa Keaslian Donasi
Maraknya aksi penipuan atau modus menggunakan QRIS ini membuat masyarakat harus lebih berhati-hati dan memeriksa identitas penerima. Penggalangan dana melalui QRIS memang sangat memudahkan, tetapi alangkah baiknya mencari informasi lebih banyak dan pastikan hanya menerima informasi dari sumber asli yang terpercaya.
Apalagi mengedit foto sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan bahkan seringkali menipu mata akan keasliannya. Jika terdapat indikasi penipuan, segera hindari dan jika bisa membantu, segera laporkan kepada pihak berwajib agar modus seperti ini bisa ditindaklanjuti lebih jauh. (M5)
