Oleh : Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Hari ini, 20 Oktober 2026 genap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Beragam penilaian disampaikan tak hanya dari pengamat dan pakar, juga anggota Wantimpres. Tak terkecuali hasil survei opini publik terkait tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Menurut anggota Wantimpres, Bambang Soesatyo, dua tahun pemerintahan Prabowo telah memberi arah tegas bahwa negara harus hadir menjamin kesejahteraan masyarakat. Menjamin pangan, energi, gizi, pendidikan, kesehatan, pertahanan serta penguatan industri nasional.
Di sisi lain, hasil survei menyebutkan tingkat kepuasan publik sebesar 65,2 persen, sementara kepercayaan publik terhadap pemerintah mencapai 67 persen. Angka ini tergolong lebih baik dibandingkan potret dari survei-survei sebelumnya.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Keprihatinan di Tengah Gelora Peringatan Kemerdekaan
“Maknanya masyarakat masih menaruh harapan besar terhadap pemerintahan yang sekarang akan mampu mengatasi berbagai persoalan bangsa,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Semoga harapan rakyat akan segera menjadi kenyataan. Pemerintah memenuhi janjinya termasuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yudi.
“Hasil survei itu gambaran persepsi publik terhadap kinerja pemerintah. Masih tingginya tingkat kepuasaan dan kepercayaan publik hendaknya semakin menjadi motivasi untuk lebih kerja keras menyejahterakan rakyat,” urai mas Bro.
“Setuju Bro. Jangan terhenti melangkah karena sanjungan.Jangan pula terlena karena pujian dan kepercayaan,” ujar Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Pantun Ketua MPR, Mari Bersatu Jangan Saling Hujat
“Yang diperlukan memasuki tahun ketiga pemerintahan adalah meningkatkan kinerjanya sebagaimana aspirasi dan kehendak rakyat,” kata Yudi.
“Selain pujian, dibutuhkan kritikan sebagai upaya memperbaiki kekurangan yang ada. Sebab, dua tahun barulah tahap awal, belum separo perjalanan, belum cukup waktu menyelesaikan segala persoalan bangsa,” jelas mas Bro.
“Yang tahu persis kekurangan adalah rakyat yang dibangun, disejahterakan kehidupannya. Jadi kalaupun mencuat kritik adalah bagian dari upaya perbaikan atas kekurangan yang masih ada,” urai Heri.
“Di sisi lain, keberhasilan tak cukup diukur dari angka – angka, tetapi dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Persaingan Elite Parpol Kian Ketat di ‘Dapil Neraka’
“Sebut saja peningkatan produksi pangan harus diikuti dengan peningkatan pendapatan petani. Pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja baru, meningkatnya daya beli masyarakat,” kata mas Bro.
“Jika masyarakat kian terbebani dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari, pertanda kebijakan masih perlu dievaluasi, diperbaiki lagi,” kata Yudi.
“Semoga kinerja di tahun ketiga kian membaik lagi dan terus membaik,” harap Heri.
