“Tidak terbang ketika menang dan tidak patah ketika kalah. Bangkit. Itulah semangat anak muda yang harus terus dibangun. Bukan hanya dalam tinju, bukan hanya dalam olahraga, melainkan dalam perjuangan dan pengabdian untuk masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Hillary mengatakan pengembangan potensi atlet dan generasi muda harus terus berjalan. Upaya menggerakkan perekonomian di sekitar sektor olahraga dan ekonomi kreatif juga perlu diperkuat.
“Saat ini, dunia sedang mengalami banyak ketidakpastian. Namun, atlet-atlet dan anak-anak muda kita, serta ekonomi di sekitar sektor olahraga dan ekonomi kreatif, tetap harus kita genjot,” kata dia.
Ia berharap penyelenggaraan kejuaraan tersebut dapat menginspirasi para penggerak olahraga di daerah untuk terus melakukan pembinaan. Kompetisi dibutuhkan untuk menambah pengalaman bertanding atlet sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem tinju nasional.
“Atlet-atlet juga membutuhkan kegiatan untuk meningkatkan jam terbang. Wasit dan hakim membutuhkan kesejahteraan agar dapat tetap hidup dan mengembangkan ekonomi keluarganya,” ujar dia.
Baca Juga: Adopsi Standar Global, BKN Sambut Langkah AHY Terapkan Manajemen Talenta ASN
Ia meyakini kejuaraan ini menjadi kegiatan positif yang dinantikan para atlet dan bibit-bibit olahragawan di seluruh Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta Ketua Panitia Kejurnas Muhammad Lokot Nasution.
Pada kesempatan ini, Menko AHY didampingi oleh Staf Khusus Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra; serta Tenaga Ahli Menko, Andi Matalitti dan Yudhi Prasetyo.
