TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Tanggul Cadas-Kukun yang berlokasi di Kutabumi II, Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, jebol pada Sabtu, 17 Oktober 2026 sekitar pukul 14.15 WIB kemarin.
Peristiwa ini dipicu oleh longsornya tanah di sekitar lokasi pengerjaan proyek gorong-gorong. Jebolnya struktur tanggul sempat membuat luapan air mengalir ke Jalan Musi hingga masuk ke saluran eksisting di seberang kali.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan luapan air hanya menggenangi ruas jalan dengan ketinggian rendah dan tidak sampai merendam pemukiman warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan bahwa personel evakuasi langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan.
Baca Juga: Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov DKI Percepat Pembangunan Tanggul Kali Grogol
"Tim kami sudah turun ke lapangan. Saat di lokasi, tidak ada rumah warga yang terendam, hanya ruas jalan yang tergenang dan nilainya tidak begitu tinggi," ujar Taufik saat dikonfirmasi Poskota, Senin, 19 Oktober 2026.
Penanganan cepat juga dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang untuk mengendalikan debit air.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengalihkan aliran air demi mencegah genangan meluas.
"Langkah cepat yang diambil adalah menutup pintu air Cisadane dan membuka pintu air di Pangadegan, Pasar Kemis. Hasilnya, pada Sabtu sore sekitar pukul 16.15 WIB, air yang menggenangi jalan sudah sepenuhnya surut," kata Iwan.
Baca Juga: Sudin SDA Jakarta Barat Pasang Bronjong Tangani Tanggul Jebol di Anak Kali Angke Cengkareng
Iwan menepis kekhawatiran warga terkait potensi banjir ke area perumahan. Ia menegaskan bahwa area pemukiman, khususnya di Perumahan Kutabumi II wilayah RW 20 dan RW 21, aman dari genangan.
Mengenai perbaikan fisik tanggul yang rusak, DBMSDA telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor proyek gorong-gorong. Pihak pelaksana proyek bertanggung jawab penuh untuk mengembalikan fungsi tanggul dan telah mengerahkan alat berat ke lokasi.
"Tanggul akan langsung diperbaiki oleh pihak pelaksana proyek. Saat ini satu unit ekskavator bersama petugas lapangan sudah dikerahkan ke titik kerusakan," pungkas Iwan.
