POSKOTA.CO.ID - Pawang hujan Rara Istiati Wulandari atau yang akrab dipanggil Mbak Rara Pawang Hujan, akhirnya buka suara setelah namanya mendadak viral dan dicari netizen untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Lewat pernyataan resminya, Mbak Rara menegaskan siap turun langsung ke lokasi bencana dengan syarat mendapatkan jaminan keselamatan lahir dan batin dari pemerintah.
Ramai Dicari Netizen untuk Atasi Karhutla Kalimantan, Mbak Rara Buka Suara
Pencarian keberadaan Mbak Rara Pawang Hujan mendadak ramai di media sosial setelah selebgram Riyuka Bunga mengunggah seruan di platform Threads. Di tengah perbincangan publik mengenai bencana kabut asap dan karhutla, Riyuka melontarkan kelakar yang mengajak publik mencari keberadaan sang pawang hujan.
"Pinggirin dulu ajuju vs awkarin, atau ruben onsu vs sarwendah. Coba sekarang kita cari mba rara lagi di mana," tulis Riyuka Bunga dalam unggahan di akun Threads miliknya, @riyukabunga.
Unggahan tersebut diserbu netizen yang ikut menyampaikan berbagai respons. Ada yang menyebut Mbak Rara sebagai pemegang remot langit, hingga menyuarakan permintaan langsung agar hujan segera diturunkan di daerah terdampak.
"Nah ini yg paling bener. Soalnya beliau yg bawa remot langit," komentar salah satu netizen di media sosial Threads.
"Mba RARAAAAA TURUNIN HUJAN PLISSSS DI KALIMANTAN," tulis netizen lainnya.
Menanggapi ramainya sebutan dari warganet, Mbak Rara memberikan klarifikasi melalui video di media sosialnya. Ia mengkonfirmasi masih berada di Indonesia dan menjelaskan rekam jejaknya dalam membantu penanganan karhutla pada masa pemerintahan sebelumnya.
"Nah, aku banyak di-mention ya di beberapa akun yang bilang ketika negara membutuhkan ada Karhutla, kok Mbak Rara di mana posisinya? Jadi aku masih di Indonesia, belum ke luar negeri," kata Mbak Rara dikutip Poskota, Senin, 19 Oktober 2026.
"Kalau Karhutla, pengalamanku tuh sudah banyak di era Pak Jokowi. Kebetulan aku punya bapak asuh, Bapak Jenderal Doni Monardo almarhum dan juga Bapak Tjahjo Kumolo, dan di era Pak Jokowi itu ada BUMN Bapak Erick Thohir. Nah kalau Karhutla itu yang membawa itu memang Pak Doni, karena beliau TNI," lanjutnya.
Minta Jaminan Keselamatan sebelum Turun
Terkait kemungkinan untuk turun langsung secara fisik ke lokasi karhutla di Kalimantan pada era pemerintahan baru, Mbak Rara menegaskan perlunya kepastian jaminan keselamatan dan perlindungan resmi.
Menurutnya, penanganan karhutla memiliki risiko tinggi karena berhadapan langsung dengan kobaran api di lapangan, sehingga membutuhkan penanganan serta pengawalan seperti yang diterimanya saat bertugas bersama alm. Doni Monardo.
"Nah aku belum mau ke lokasi, karena memang kalau pemerintahan Pak Prabowo mau membawa aku seperti era Pak Doni Monardo dengan semua jaminan ya. Karena ketika aku jadi pawang hujan dan panggil hujan itu memang butuh penjagaan, karena kan kita berperangnya kalau Karhutla itu dengan api. Ya jadi ya harus ada jaminan lahir batin ya kan," tegas Mbak Rara.
Selain faktor jaminan keselamatan, ia juga mengaku faktor usia membuat dirinya kini lebih nyaman beraktivitas dari rumah.
"Tapi aku sendiri juga merasa umurku tuh udah bertambah, tidak seperti pas 2015, 2019, 2023 ya kan. Nah kalau sekarang itu memang lebih senangnya tuh di rumah," ungkapnya.
Meski belum turun secara fisik ke lokasi bencana, Mbak Rara mengklaim tetap berikhtiar memohon hujan dari jarak jauh melalui metode doa dan meditasi bersama tim lokal. Menurutnya, ikhtiar doa jarak jauh membutuhkan keselarasan energi.
"Nah buat bawa langit Kalimantan itu sudah start di tanggal 13 ya. Aku doanya tanggal 12, 13. Memang yang doa bareng sama aku itu teman-teman dari Balikpapan. Hari ini aku doa buat Palangkaraya, doa buat Pangkalan Bun, doa buat Kotawaringin, juga daerah Kalimantan yang lain," ucapnya.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Asap Karhutla di Jakarta Perlu Dipastikan, Pemprov Diminta Siaga
"Jadi memang kalau untuk doa minta hujan tuh harus yang selaras, yang energi kasih sayangnya itu terasa ya, karena jarak jauh," tambah Mbak Rara.
Di sisi lain, menanggapi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau teknik tabur garam yang dijalankan oleh pemerintah, Mbak Rara menilai metode ilmiah tersebut tetap memiliki manfaat, walau menurutnya membutuhkan proses.
"Pokoknya modifikasi cuaca tabur garam itu ada manfaatnya meskipun lambat ya," pungkasnya. (m6)
