"Kalau Karhutla, pengalamanku tuh sudah banyak di era Pak Jokowi. Kebetulan aku punya bapak asuh, Bapak Jenderal Doni Monardo almarhum dan juga Bapak Tjahjo Kumolo, dan di era Pak Jokowi itu ada BUMN Bapak Erick Thohir. Nah kalau Karhutla itu yang membawa itu memang Pak Doni, karena beliau TNI," lanjutnya.
Minta Jaminan Keselamatan sebelum Turun
Terkait kemungkinan untuk turun langsung secara fisik ke lokasi karhutla di Kalimantan pada era pemerintahan baru, Mbak Rara menegaskan perlunya kepastian jaminan keselamatan dan perlindungan resmi.
Menurutnya, penanganan karhutla memiliki risiko tinggi karena berhadapan langsung dengan kobaran api di lapangan, sehingga membutuhkan penanganan serta pengawalan seperti yang diterimanya saat bertugas bersama alm. Doni Monardo.
"Nah aku belum mau ke lokasi, karena memang kalau pemerintahan Pak Prabowo mau membawa aku seperti era Pak Doni Monardo dengan semua jaminan ya. Karena ketika aku jadi pawang hujan dan panggil hujan itu memang butuh penjagaan, karena kan kita berperangnya kalau Karhutla itu dengan api. Ya jadi ya harus ada jaminan lahir batin ya kan," tegas Mbak Rara.
Selain faktor jaminan keselamatan, ia juga mengaku faktor usia membuat dirinya kini lebih nyaman beraktivitas dari rumah.
"Tapi aku sendiri juga merasa umurku tuh udah bertambah, tidak seperti pas 2015, 2019, 2023 ya kan. Nah kalau sekarang itu memang lebih senangnya tuh di rumah," ungkapnya.
Meski belum turun secara fisik ke lokasi bencana, Mbak Rara mengklaim tetap berikhtiar memohon hujan dari jarak jauh melalui metode doa dan meditasi bersama tim lokal. Menurutnya, ikhtiar doa jarak jauh membutuhkan keselarasan energi.
"Nah buat bawa langit Kalimantan itu sudah start di tanggal 13 ya. Aku doanya tanggal 12, 13. Memang yang doa bareng sama aku itu teman-teman dari Balikpapan. Hari ini aku doa buat Palangkaraya, doa buat Pangkalan Bun, doa buat Kotawaringin, juga daerah Kalimantan yang lain," ucapnya.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Asap Karhutla di Jakarta Perlu Dipastikan, Pemprov Diminta Siaga
"Jadi memang kalau untuk doa minta hujan tuh harus yang selaras, yang energi kasih sayangnya itu terasa ya, karena jarak jauh," tambah Mbak Rara.
Di sisi lain, menanggapi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau teknik tabur garam yang dijalankan oleh pemerintah, Mbak Rara menilai metode ilmiah tersebut tetap memiliki manfaat, walau menurutnya membutuhkan proses.
