JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) resmi meluncurkan rangkaian perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 melalui konferensi pers di Novotel Jakarta Pulomas pada Senin, 19 Oktober 2026.
Mengusung jangkauan yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hekrafnas kali ini tidak hanya terpusat di ibu kota, melainkan digelar secara serentak di tujuh provinsi di Indonesia serta 17 negara.
Inisiatif ini dirancang untuk memperluas dampak ekonomi lokal sekaligus memperkuat diplomasi kreatif Indonesia di panggung internasional.
Peringatan Hekrafnas yang jatuh setiap tanggal 24 Oktober merupakan buah dari inisiasi Gekrafs sejak 2022, hingga akhirnya disahkan secara resmi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, pada 18 Oktober 2023.
Baca Juga: Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif, Pemkot Denpasar Kerjasama dengan Bekraf
Memasuki tahun keempat perayaannya, Gekrafs menggandeng para pelaku industri, komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan global guna meningkatkan daya saing produk lokal.
Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, menjelaskan bahwa perayaan Hekrafnas 2026 menjadi bertujuan memperluas gerakan ekonomi kreatif hingga ke berbagai daerah dan mancanegara.
“Tahun ini Gekrafs merayakan Hekrafnas serentak di tujuh DPW, yaitu Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, NTB, Maluku Utara, dan Papua Barat. Sementara di luar negeri, perayaan berlangsung di 17 negara. Ini menjadi bagian dari upaya mendorong diplomasi kuliner Indonesia di mancanegara sekaligus menghadirkan dampak ekonomi bagi daerah-daerah terpilih di Nusantara Creative Walk,” ujar Kawendra.
Sementara di ranah global, Hekrafnas hadir di 17 negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Jepang, Tiongkok, hingga Australia. Perluasan ini difokuskan untuk mendorong diplomasi kuliner dan karya anak bangsa di pasar dunia.
Selain perayaan di berbagai wilayah, Gekrafs juga menghadirkan rangkaian program yang berorientasi pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Program tersebut mencakup akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, pencarian talenta terbaik, pengembangan hub kreatif, literasi dan penetrasi pasar, hingga pengenalan diplomasi karya dan gastronomi Indonesia.
Ketua Panitia Hekrafnas 2026, Aqila Rahmani, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini dirancang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pelaku ekonomi kreatif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Hekrafnas 2026 kami dorong menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya, memperluas jejaring, dan membuka peluang pasar baru. Melalui penyelenggaraan serentak di berbagai daerah kami berharap semangat ekonomi kreatif Indonesia semakin kuat dan memberikan dampak yang nyata,” ujar Aqila.
Di Jakarta, Gekrafs juga akan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan bersama World Conference on Creative Economy. Salah satu agenda yang disiapkan adalah Creative Village, yang menjadi etalase produk kreatif pilihan Indonesia dan dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Hotel Kempinski Jakarta dan kawasan SCBD.
Baca Juga: OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Ibu Kota
Puncak perayaan Hekrafnas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 melalui peluncuran IP terbaru Gekrafs yang akan menjadi maskot kreativitas.
Kegiatan tersebut akan digelar di Samponoerna Strategic Square dalam program “Rekacipta Nusantara”, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan ekonomi kreatif.
Program Rekacipta Nusantara juga akan melibatkan berbagai subsektor, mulai dari kuliner yang menyajikan kekayaan makanan Nusantara hingga fashion dan subsektor kreatif lainnya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat promosi karya anak bangsa sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi pelaku industri kreatif.
Melalui Hekrafnas 2026, Gekrafs menegaskan komitmennya untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai kekuatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan menghubungkan potensi daerah dan jejaring internasional, perayaan ini diharapkan mampu memperluas pasar, memperkuat identitas kreatif Indonesia, serta mendorong karya lokal agar semakin dikenal di dunia.
