Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif, Pemkot Denpasar Kerjasama dengan Bekraf

Kamis 08 Nov 2018, 09:37 WIB

BALI – Untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif, Pemkot Denpasar menggandeng berbagai elemen. Dalam Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif (World Conference on Creative Economy atau WCCE) di Nusa Dua,  telah ditandatangani Memorendum of Understanding (MoU) antara Pemkot Denpasar dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, Rabu (7/11/2018) sore. Penandatanganan dilakukan Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara dengan Kepala Bekraf RI, Triawan Munaf. Hadir di acara ini Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, Mentri Kominfo RI, Rudiantara serta peserta WCCE tahun 2018. Triawan Munaf mengatakan bahwa ekonomi kreatif berpotensi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi negara. "Sumber daya ekonomi kreatif berasal dari ide dan gagasan manusia yang tak akan pernah habis selama manusia tetap eksis," katanya, dalam acara yang  diikuti 2.000 peserta dari 50 negara. Konferensi menghadirkan lebih dari 20 tokoh ternama di dunia kreatif yang menjadi pembicara.  Di antaranya sutradara terbaik Emmy Awards Lisa Russel, CEO and Co-founder Moonton (Mobile Legend) Justin Yuan, CEO and Co-founder Net Mediatama Television Wihsnutama Kusubandio, Presiden China Film Group Corporation Le Kexi, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dan lainnya. Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani menjelaskan, Denpasar sebagai salah satu kota yang fokus pada pengembangan ekonomi kreatif menyambut baik konferensi internasional ekonomi kreatif di Bali. “Konferensi ini diharapkan mampu memaksimalkan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak utama perekonomian daerah bahkan negara. Adanya MoU ini pengembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar yang menyasar beragam elemen ini dapat terus disempurnakan,” ujarnya. Menurut IGN Jaya Negara, ekonomi kreatif bukan inovasi baru di Denpasar. Warga sudah lama mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang menjadi kebudayaan dan kearifan lokal Bali dalam bidang ekonomi kerakyatan. “Semoga dapat dimaksimalkan dalam mendukung roda perekonomian menuju kesejahteraan rakyat.” (tiyo/tri)


Berita Terkait


News Update