BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Fenomena kematian massal ikan kembali menghantui aliran Kali Bekasi, tepatnya di sekitar Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.
Kali ini, bangkai ikan sapu-sapu dalam jumlah banyak terlihat mengapung dan menumpuk di permukaan air, memicu bau amis menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Pantauan Poskota di lokasi menunjukkan tumpukan bangkai ikan tersangkut akibat arus sungai yang tidak mengalir lancar. Luapan bau tak sedap ini bahkan tercium hingga ke Jalan Raya Pekayon, dengan konsentrasi bau paling menyengat dirasakan pengguna jalan di kawasan lampu merah Grand Galaxy City.
Menurut penuturan warga setempat, Jaka, fenomena kematian massal ikan sapu-sapu ini diperkirakan mulai terjadi sejak Kamis, 15 Oktober 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Kasus Santriwati di Bekasi, Polisi Telusuri Dugaan Keterlibatan Tiga Orang dalam Kekerasan Seksual
Ia menyebut insiden serupa pernah terjadi beberapa waktu lalu, namun karakteristik dampak kali ini jauh lebih mengganggu.
"Dulu pernah banyak ikan mujair yang mati, malah jumlahnya lebih banyak. Tapi enggak seamis sekarang karena waktu itu arus sungainya masih jalan, enggak mandek seperti sekarang," ujar Jaka kepada Poskota, Jumat, 16 Oktober 2026.
Kondisi air sungai yang stagnan disinyalir menjadi pemburuk situasi, membuat proses pembusukan bangkai ikan tertahan di satu titik dan menyebarkan aroma busuk ke radius yang lebih jauh.
Dampak pencemaran udara ini langsung dirasakan oleh para pelaku usaha mikro di sepanjang aliran sungai. Suryati, salah seorang pedagang di sekitar lokasi, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut meski tak punya pilihan selain bertahan untuk mencari nafkah.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Siapkan Penataan Kampung Pulo Glatik, Kembalikan Fungsi Saluran Air ke Pertanian
"Sebenarnya terganggu, cuma mau bagaimana lagi karena saya dagang di sini. Ya saya bisa apa," ungkap Suryati.
Hingga kini, belum diketahui penyebab kematian massal ikan sapu-sapu yang dikenal memiliki daya tahan tinggi tersebut. (M3)
