Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial viral menampilkan seorang oknum pengemudi ojek online (ojol) yang menawarkan BBM kepada turis asing hingga warga dengan harga yang tak masuk akal.
Oknum ojol tersebut diketahui menjual bensin eceran dalam wadah bigol air minum dengan kapasitas sekitar 1,5 liter. Harga per botol bensin yang ditawarkan mencapai Rp100.000 hingga Rp200.000.
“Apa pendapat kalian? Ojol tidak lagi menawarkan tumpangan, tapi menawarkan petrol yang dibanderol dengan harga tinggi. Bayangin aja, 1,5 L dijual 100–200 ribu,” tulis akun Threads @ynn***.
Baca Juga: Penyebab BBM di Bali Langka Apa dan Kapan Normal Lagi? Cek Jadwal Pasokan Pertamina Oktober 2026
Respon Pertamina
Menanggapi maraknya aksi dugaan penimbunan BBM untuk dijual kembali dengan harga tinggi, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan dan menyalahgunakan distribusi BBM.
"Di tengah upaya normalisasi distribusi BBM di Bali, kami berharap masyarakat dapat mendukung kelancaran penyaluran energi dengan menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Penimbunan maupun pembelian BBM subsidi untuk dijual kembali secara ilegal dapat mengganggu distribusi dan merugikan masyarakat yang berhak," kata VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora dalam keterangan resminya.
Selain itu, penyalahgunaan penjualan BBM subsidi bisa dikenai pasal Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023,
Bagi masyarakat yang melanggar aturan tersebut, maka bisa dikenai pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.
Harga BBM di Bali
Berikut ini daftar harga BBM di Bali yang secara resmi ditetapkan oleh pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga.
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
