Penyebab Kapal KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo Karena Apa? Ini Dugaan Awalnya

Rabu 14 Okt 2026, 12:42 WIB
Kapal KM Feronia tenggelam di Labuan Bajo pada Selasa, 13 Oktober 2026 diduga disebabkan karena arus laut yang kuat. (Sumber: Dok. Basarnas)
Kapal KM Feronia tenggelam di Labuan Bajo pada Selasa, 13 Oktober 2026 diduga disebabkan karena arus laut yang kuat. (Sumber: Dok. Basarnas)

POSKOTA.CO.ID - Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki penyebab kapal KM Feronia tenggelam di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diketahui, kapal wisata KM Feronia terbalik dan tenggelam di perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo pada Selasa, 13 Oktober 2026 sekitar pukul 15.02 WITA.

Kapal berjenis open deck diving yang mengangkut penumpang usai aktivitas menyelam itu diduga terbalik setelah kehilangan kendali akibat dihantam arus kuat ketika melintasi perairan sekitar Tatawa Besar.

Baca Juga: Dilaporkan Hilang Sejak Sabtu, Gadis Asal Kragilan Akhirnya Ditemukan Selamat

Kapal yang memiliki tonase GT 51 tersebut membawa 25 penumpang dan lima awak kapal termasuk nakhoda. Dalam insiden ini, sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi dan satu orang lainnya masih dalam pencarian karena diduga terjebak di dalam kapal.

“Berdasarkan informasi awal dari salah satu awak kapal, KM. FERONIA sebelumnya mengangkut penumpang yang telah selesai melakukan aktivitas menyelam (diving) di perairan Manta dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Marina. Saat melintasi perairan sekitar Tatawa Besar, kapal dihantam oleh arus kuat hingga terbalik," demikian keterangan kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto dalam keterangan resminya.

Sebanyak 63 personel tim SAR gabungan dikerahkan pada hari kedua pencarian, Rabu, 14 Oktober 2026 untuk mencari satu korban hilang bernama Veronica Beatrix Jessica (23).

Sesuai rencana operasi yang telah disusun sebelumnya, tim SAR gabungan akan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, baik di permukaan laut maupun dengan penyelaman.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ke Singapura untuk Pemeriksaan Kesehatan, Ini Penjelasan Diskominfo

Dugaan Penyebab Tenggelamnya Kapal KM Feronia

Berdasarkan dugaan awal, kapal KM Feronia GT 51 yang membawa 25 turis tenggelam di perairan Labuan Bajo diduga karena arus laut yang kuat dan cuaca buruk di sekitar lokasi.

"Berdasarkan laporan awal, kejadian diduga berkaitan dengan keterlambatan antisipasi nakhoda terhadap arus kuat saat kondisi air pasang tertinggi," ungkap Stephanus.

Meski demikian, dugaan tersebut masih bersifat sementara karena pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan.

"Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi lebih lanjut," ujar Stephanus.

Baca Juga: Hakim Jatuhkan Vonis 1,5 Tahun Penjara kepada Empat Terdakwa Korupsi KUR BRI Rumbai

Kronologi Kapal KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo

Berdasarkan informasi, kapal KM Feronia GT 51 mulanya bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca pada pukul 08.00 WITA. Lalu, setelah penumpang menyelesaikan aktivitas menyelam di Manta Point, kapal kembali berlayar menuju perairan Tatawa Besar.

Namun, saat mendekati kawasan perairan Pulau Tatawa sekitar pukul 14.30 WITA, terdapat pusaran arus besar. Ketika kapal berjarak sekitar 15 meter dari pusaran tersebut, nakhoda mengurangi kecepatan dari 10 knot menjadi 8 knot.

Naas, meski kecepatan sudah berusaha dikurangi, namun kapal diduga tetap hilang kendali saat berada di area pusaran arus hingga akhirnya berbalik arah, miring ke sisi kiri dan terbalik sampai akhirnya tenggelam.


Berita Terkait


News Update