Konsumsi Pertalite di Bali disebut mencapai sekitar 2.200 KL per hari.
Tingginya kebutuhan harian tersebut membuat perencanaan pasokan dan penyaluran ke SPBU perlu disesuaikan dengan tingkat konsumsi di setiap wilayah.
Dalam situasi seperti ini, ketersediaan BBM di masing-masing SPBU juga berkaitan dengan kelancaran distribusi.
Pasokan yang telah tiba perlu disalurkan kembali ke lokasi-lokasi yang membutuhkan agar stok dapat tersedia bagi masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penyaluran BBM di Bali terus dioptimalkan setelah kapal pengangkut bersandar.
“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, seperti dikutip pada Kamis, 14 Oktober 2026.
Untuk mengatasi keterbatasan stok, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan telah memperkuat pasokan BBM melalui kedatangan kapal pengangkut.
Tambahan muatan tersebut terdiri atas 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.
Total tambahan pasokan yang disebutkan dalam keterangan tersebut mencapai 20.500 KL.
BBM itu ditujukan untuk mendukung distribusi ke SPBU dan memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Bali.
Baca Juga: Link Live Streaming Hyundai Hillstate vs Hi-Pass KOVO Cup 2026 Hari Ini, Debut Megawati Dinanti
Kapan BBM di Bali Normal Lagi?
Hingga Kamis, 14 Oktober 2026, belum ada kepastian mengenai tanggal seluruh SPBU di Bali kembali beroperasi dengan stok normal dan antrean kendaraan berakhir.
