POSKOTA.CO.ID - Sejumlah wilayah di Provinsi Bali mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sejak Minggu, 11 Oktober 2026.
Kondisi tersebut ditandai dengan habisnya stok Pertalite dan Pertamax di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sehingga memicu antrean panjang kendaraan.
Situasi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama pengendara yang mengandalkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja hingga menjalankan usaha.
Antrean kendaraan di SPBU juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kelancaran distribusi bahan bakar dalam beberapa hari ke depan.
Dalam hal ini, msyarakat membutuhkan kepastian mengenai ketersediaan Pertalite dan Pertamax.
Terutama, bagi mereka yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, mengantar barang, menjalankan usaha, maupun melakukan perjalanan antardaerah.
Di tengah kondisi tersebut, informasi mengenai penyebab kelangkaan dan perkembangan pasokan menjadi hal yang banyak dicari.
Lantas, apa penyebab BBM di Bali mengalami kelangkaan sejak 11 Oktober 2026?
Kapan antrean kendaraan di SPBU diperkirakan berakhir, dan bagaimana jadwal pasokan Pertamina selama Oktober 2026? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Penyebab BBM di Bali Langka Apa?
Berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, kenaikan rata-rata konsumsi Pertalite menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pemenuhan kebutuhan BBM di Pulau Dewata.
