Eceng Gondok Bawa Harapan untuk Warga Korban Longsor di Pasirlangu Bandung

Rabu 14 Okt 2026, 18:30 WIB
Kondisi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Kondisi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Di tengah upaya warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, bangkit dari bencana longsor, sesuatu yang selama ini dianggap sebagai gulma justru hadir membawa harapan.

Eceng gondok yang kerap dipandang sebagai tanaman pengganggu di perairan, diolah menjadi pupuk organik cair dan paving block. Produk tersebut kini dimanfaatkan untuk membantu pemulihan masyarakat Pasirlangu yang terdampak longsor.

Melalui PT PLN Indonesia Power UBP Saguling, sebanyak 286 liter pupuk organik cair berbahan eceng gondok disalurkan kepada petani terdampak. Tak hanya itu, paving block berbahan eceng gondok juga digunakan untuk mendukung pemulihan akses jalan sepanjang kurang lebih 300 meter.

"Bagi warga, bantuan itu bukan sekadar barang yang disalurkan setelah bencana. Ada aktivitas yang ingin kembali mereka jalankan, ada lahan yang harus diolah, dan ada akses jalan yang kembali dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari," kata Senior Manager UBP Saguling, Doni Bakar.

Baca Juga: Niat Kuras Sumur Tua, Warga di Lebak Tertimbun Longsoran Tanah

Bencana longsor yang menerjang Pasirlangu sebelumnya, membuat kehidupan masyarakat terganggu. Selain merusak lingkungan dan aksesibilitas, bencana juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama petani yang menggantungkan penghasilan dari lahan pertanian.

Di tengah kondisi tersebut, pemulihan tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan atau membersihkan material bencana. Kehidupan warga juga harus perlahan dikembalikan.

"Disinilah bantuan dari PLN Indonesia Power UBP Saguling mengambil peran," ucapnya.

Pupuk organik cair diberikan untuk mendukung petani agar kembali menggarap aktivitas pertanian. Paving block berbahan eceng gondok dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki prasarana jalan yang menjadi bagian penting dari mobilitas warga.

Baca Juga: Longsor 50 Meter Putus Akses Utama Desa Geredug Pandeglang, Warga Gotong Royong Bangun Jalan Darurat

Bahan yang digunakan bukan sesuatu yang sulit ditemukan. Eceng gondok yang selama ini menjadi persoalan dalam pengelolaan perairan justru diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat.

Dari tanaman yang dianggap mengganggu, lahir pupuk untuk membantu petani. Dari bahan yang sama, lahir paving block untuk mendukung akses masyarakat.

Pendekatan tersebut mempertemukan dua kebutuhan sekaligus, yakni kepedulian terhadap lingkungan dan pemulihan kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan Tim Community Development dan Srikandi PLN Indonesia Power UBP Saguling bersama petani terdampak longsor dan masyarakat setempat.

Penyaluran bantuan juga berlangsung bersamaan dengan pemberian bantuan pangan oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, kepada masyarakat terdampak bencana.

Kolaborasi menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang pemulihan Pasirlangu. Sebab, setelah bencana berlalu, persoalan warga tidak serta-merta selesai.

"Petani harus kembali produktif. Jalan harus kembali bisa digunakan. Aktivitas ekonomi harus bergerak. Dan masyarakat harus memiliki kesempatan untuk kembali menata kehidupan mereka," ujarnya.

Bantuan pupuk organik cair sebanyak 286 liter diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang bagi petani untuk kembali menjalankan aktivitasnya. Sedangkan penggunaan paving block berbahan eceng gondok sepanjang sekitar 300 meter diharapkan membantu memperbaiki akses yang dibutuhkan warga.

Bagi PLN Indonesia Power UBP Saguling, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi ketika warga membutuhkan dukungan untuk bangkit.

"Lebih dari sekadar bantuan, pemanfaatan eceng gondok menunjukkan bahwa pemulihan juga bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan," ucapnya.

Dari situ, petani terbantu untuk kembali bekerja, akses dibenahi, dan masyarakat bisa kembali menata kehidupan.


Berita Terkait


News Update