"Ada juga sampah sebanyak 240 kejadian atau 16,36 persen, tumbuhan sebanyak 113 kejadian atau 7,70 persen, serta kendaraan sebanyak 84 kejadian atau 5,73 persen," ujarnya.
Namun, Bayu menegaskan masyarakat turut berperan dalam penanganan awal sebelum api meluas. Bahkan pihaknya mencatat 176 kejadian berhasil diatasi secara mandiri oleh warga.
"Sebagian besar musibah kebakaran yang terjadi dapat diantisipasi jika kita konsisten menerapkan standar keamanan listrik dan tidak membakar sampah sembarangan," ucapnya.
Besarnya jumlah kejadian kebakaran tersebut turut berdampak terhadap keselamatan warga. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sebanyak 36 orang meninggal dunia akibat kebakaran selama periode 1 Januari hingga 14 Oktober 2026.
Korban meninggal terdiri dari 19 laki-laki dan 17 perempuan. Selain itu, BPBD DKI Jakarta mencatat 24 orang mengalami luka berat, 238 orang mengalami luka ringan, serta satu orang laki-laki dinyatakan hilang akibat peristiwa kebakaran selama periode tersebut.
Salah satu kejadian terbaru berlangsung di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kertajaya IV tersebut menewaskan dua orang, yakni seorang perempuan berusia 40 tahun dan seorang bocah berusia enam tahun.
Kebakaran itu menghanguskan sekitar 150 rumah dan berdampak terhadap ratusan keluarga. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, sementara petugas mengerahkan puluhan unit mobil pemadam untuk menangani api yang cepat merambat di kawasan permukiman tersebut.
Sehari sebelumnya, kebakaran rumah di kawasan Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, juga menewaskan dua pemuda yang terjebak di lantai dua bangunan. Sementara itu, pada 5 Oktober 2026, dua warga lanjut usia meninggal dunia dalam kebakaran rumah di kawasan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.
Pada Agustus 2026, kebakaran rumah indekos dan tempat usaha fotokopi di kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, menewaskan empat orang. Peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari, 24 Agustus 2026, tersebut menjadi salah satu kejadian kebakaran dengan korban jiwa dalam jumlah besar pada tahun ini.
Kebakaran yang menimbulkan korban jiwa juga terjadi di Palmerah, Jakarta Barat, pada 5 Juli 2026. Seorang lansia berusia 81 tahun meninggal dunia setelah kebakaran melanda rumahnya di Jalan Palmerah Utara III.
Sebelumnya, kebakaran di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Juli 2026 juga dilaporkan menewaskan tiga orang. Sejumlah kejadian lain di berbagai wilayah Jakarta turut menambah daftar peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa warga sepanjang tahun ini.
