JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 36 orang tewas dalam 1.467 kebakaran di wilayah Jakarta sepanjang 1 Januari hingga 14 Oktober 2026.
Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, 451 kejadian atau 30,74 persen dari total kebakaran terjadi di Jakarta Barat.
Posisi berikutnya ditempati Jakarta Timur dengan 360 kejadian atau 24,54 persen, Jakarta Selatan sebanyak 294 kejadian atau 20,04 persen, Jakarta Utara 209 kejadian atau 14,25 persen, serta Jakarta Pusat sebanyak 153 kejadian atau 10,43 persen.
Kepala Dinas Gulkarmat Jakarta, Bayu Meghantara mengatakan tren kebakaran meningkat memasuki pertengahan tahun.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra Belum Padam, 1.085 Hotspot Terdeteksi
Pada Agustus 2026, tercatat 250 kejadian atau 17,04 persen dari total kebakaran selama sembilan bulan pertama, sedangkan pada September tercatat 241 kejadian atau 16,43 persen.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan aktivitas membakar sampah.
"Kami mengimbau kepada seluruh warga DKI Jakarta untuk lebih teliti dan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha masing-masing," kata Bayu dalam keterangannya kepada Poskota, Rabu, 14 Agustus 2026.
Faktor Listrik Penyebab Utama
Faktor listrik menempati urutan pertama penyebab 741 kejadian atau 50,51 persen kebakaran. Berikutnya, aktivitas membakar sampah tercatat sebanyak 231 kejadian atau 15,75 persen, masalah instalasi listrik luar gedung sebanyak 126 kejadian atau 8,59 persen, penggunaan gas sebanyak 116 kejadian atau 7,91 persen, serta kelalaian manusia sebanyak 102 kejadian atau 6,95 persen.
Baca Juga: Listrik Picu 50 Persen Kebakaran di Jakarta, Warga Permukiman Padat Waswas
Penyebab lainnya meliputi rokok yang tercatat dalam 81 kejadian, penyalaan sendiri sebanyak 56 kejadian, serta sejumlah faktor lain. Adapun objek yang paling sering terbakar adalah bangunan perumahan dengan 412 kejadian atau 28,08 persen, dan bangunan umum dan perdagangan tercatat sebanyak 265 kejadian atau 18,06 persen
