Pergantian pilot kemudian dilakukan setelah pesawat kembali ke Addis Ababa.
Langkah tersebut memungkinkan Ethiopian Airlines melanjutkan penerbangan sesuai ketentuan yang diberlakukan otoritas penerbangan Israel.
Setelah pergantian awak dilakukan di Addis Ababa, pesawat kembali lepas landas dan berhasil menyelesaikan penerbangan menuju Tel Aviv.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai status pekerjaan pilot WNI tersebut setelah pergantian awak, termasuk apakah ia tetap bertugas pada penerbangan lain atau memperoleh penugasan berbeda.
Perlu diketahui, penolakan terhadap pilot WNI dalam penerbangan Ethiopian Airlines tidak serta-merta menunjukkan adanya dugaan pelanggaran pribadi oleh pilot yang bersangkutan.
Berdasarkan informasi yang tersedia, peristiwa itu berkaitan dengan penerapan aturan mengenai kewarganegaraan awak pesawat yang diberlakukan otoritas Israel.
Kebijakan itu muncul setelah insiden yang melibatkan pilot Flydubai pada 30 September 2026.
Dalam kejadian tersebut, seorang pilot asal Oman dilaporkan mencoba membajak pesawat dan menabrakkannya ke Bandara Ben Gurion.
Upaya itu disebut berhasil digagalkan setelah penumpang melakukan intervensi menyusul tindakan pilot yang menikam kopilotnya.
Insiden Flydubai kemudian mendorong penyelidikan terhadap prosedur pemeriksaan keamanan awak pesawat asing yang terbang menuju Israel.
Hasil evaluasi tersebut dilaporkan mengungkap kelemahan dalam pengawasan terhadap maskapai asing dan awak pesawat yang beroperasi menuju wilayah negara itu selama beberapa tahun terakhir.
