Kapolda Metro Jaya Temui Pramono Anung, Bahas Kawasan Rawan Narkoba hingga Pengangguran di Jakarta 

Selasa 13 Okt 2026, 13:58 WIB
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026. (Sumber: Polda Metro Jaya)
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026. (Sumber: Polda Metro Jaya)

GAMBIR, POSKOTA.CO.ID  – Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto melakukan pertemuan silaturahmi sekaligus koordinasi strategis dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Pertemuan lintas instansi ini berfokus pada penguatan keamanan ibu kota yang terintegrasi dengan program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Dadang didampingi Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Adex Yudiswan beserta jajaran pejabat utama.

Kedua pihak mendiskusikan pelbagai persoalan perkotaan, mulai dari penanganan kawasan rawan narkoba, pengamanan transportasi publik, hingga solusi menekan angka pengangguran di Jakarta.

Pramono Anung mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin. Ia mencontohkan keberhasilan pengamanan laga Persija melawan Persib yang berjalan kondusif sebagai bukti nyata solidnya koordinasi lapangan antara Pemprov DKI dan kepolisian.

Baca Juga: Pramono Anung Beberkan Capaian KJP-KJMU hingga Rencana LPDP Jakarta yang akan Berjalan Tahun Depan

"Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian sangat penting untuk menjaga keamanan serta mendukung berbagai kegiatan masyarakat," ujar Pramono dalam keterangannya, Selasa.

Pramono menambahkan, dukungan Pemprov DKI terhadap program kepolisian juga diwujudkan melalui kemudahan moda transportasi publik. Layanan integrasi seperti Transjakarta, MRT, dan LRT disiapkan untuk mempermudah mobilitas para pencari kerja di Jakarta menuju lokasi wawancara maupun tempat kerja.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menegaskan bahwa pendekatan hukum semata tidak cukup untuk menyelesaikan masalah kriminalitas secara tuntas. Menurutnya, pencegahan berbasis komunitas dan pemberdayaan ekonomi warga adalah kunci utama menciptakan stabilitas jangka panjang.

"Keamanan tidak bisa dibangun oleh polisi sendiri. Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memperkuat pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah," tegas Dadang.

Baca Juga: Ricuh Penertiban Parkir Liar di Bulungan, Pramono Anung Minta Kasus Penganiayaan Satpol PP  Tetap Diproses Hukum

Salah satu terobosan konkret yang dibahas adalah program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan keterampilan dan membuka akses kesempatan kerja bagi warga, sehingga dapat menekan potensi gangguan keamanannya dari sisi ekonomi.

Terkait penanganan kawasan rawan narkoba, Dadang menekankan pentingnya intervensi pasca-penindakan. Kata Dadang, pemulihan lingkungan dan pendampingan ekonomi warga menjadi langkah penting agar kawasan tersebut tidak kembali terperosok dalam jaringan peredaran gelap.

Selain aspek sosial-ekonomi, kolaborasi ini juga menyasar sektor pendidikan dan infrastruktur keamanan kota. Di ruang lingkup sekolah, kepolisian akan lebih aktif memberikan edukasi terkait pencegahan bullying, etika ruang publik, dan kesadaran hukum sejak dini.

Sementara di ruang publik, optimalisasi jaringan CCTV dan pengamanan ekstra pada moda transportasi umum akan terus ditingkatkan demi menjamin rasa aman warga Jakarta.

“Kami ingin keamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan beriringan. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar warga dapat beraktivitas dengan aman dan memperoleh dukungan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” tuturnya.


Berita Terkait


News Update