POSKOTA.CO.ID- Penyerangan terhadap bus rombongan Persib U-18 di Tol Batang, Jawa Tengah pada Minggu, 11 Oktober 2026 malam menuai kecaman keras publik.
Diketahui, bus yang berisi para pemain Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 yang baru saja mengikuti kompetisi di Solo, Jawa Tengah diserang oleh sekelompok orang di Rest Area 360B Tol Batang. Tak hanya merusak bus, orang-orang tersebut juga menganiaya salah seorang official Persib.
Aksi penyerangan ini viral di media sosial. Warganet pun mengecam tindakan kekerasan dan aksi kriminal yang dilakukan hanya karena rivalitas sepak bola.
“Ini sih sudah bukan rivalitas lagi, tetapi kriminalitas! Norak banget sumpah SDM to*ol, perasaan ultras di Eropa enggak kagak segininya nyampe nyerang plus ngejarah bus ofisial pemain Persib U-18, yup sekali lagi ngejarah! padahal sekarang suporter sudah mulai pada adem, tetapi masih saja dirusak sama hewan-hewan kayak gini! Kacau!” kata seorang warganet di X.
“Masih ada saja ya SDM rendahan yang ngelakuin sweeping macam begini ke Persib U-18 lagi. Memang to*ol ! Kalau mau suporter vs suporter. Jangan pemain masih bocil lu ditakut-takutin gitu pakai alat pentung begituan,” tulis warganet lainnya.
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian bergerak cepat memburu para pelaku dan berhasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Baca Juga: Rizky Ridho Kecam Penyerangan Bus Persib U-18: Tidak Ada Tempat untuk Kekerasan
Siapa Penyerang Bus Persib Bandung U-18?
Polisi menangkap seorang pria berinisial BPA (33), seorang warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat yang diduga merupakan salah satu pelaku penyerangan bus Persib U-18.
BPA ditangkap di kawasan Palmerah, Jakbar setelah Satreskrim Polresta Batang menerima laporan perusakan dan penganiayaan dalam insiden yang viral di media sosial.
BPA diduga merupakan sosok yang melemparkan batu ke bus rombongan EPA Persib U-18 hingga membuat kaca pecah. Terduga pelaku lalu dibawa ke Batang untuk menjalin pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Klasemen Premier League 12 Oktober 2026: Man City Kokoh di Puncak, Liverpool Terpuruk
Polisi juga akan mencari tahu kemungkinan adanya oknum lainnya yang turut terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
Adapun, para penyerang bus Persib Bandung diduga merupakan oknum suporter Persija Jakarta atau The Jakmania. Hal tersebut terlihat dari atribut yang terpasang di tubuh pelaku dan terekam dalam video.
Meski begitu, polisi masih mendalami dan memastikan apakah para pelaku merupakan bagian dari kelompok suporter tertentu.
PP The Jakmania Buka Suara
Menanggapi aksi penyerangan terhadap bus EPA Persib U-18 yang diduga dilakukan oknum suporter Persija Jakarta, PP The Jakmania buka suara.
Dalam keterangan di akun Instagram resminya, PP The Jakmania mengecam segala bentuk tindakan kekerasan dan rivalitas di luar lapangan yang dinilai sudah di melebihi batas.
Baca Juga: Update Klasemen BRI Super League 2026/2027 usai Persib Imbang 2-2 Lawan Dewa United
"Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, intimidasi, dan perusakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sportivitas," tulis PP The Jakmania seperti dikutip dari Instagram resmi @infokomjakmania, Senin, 12 Oktober 2026.
PP The Jakmania juga menyampaikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Dan mendukung penuh pihak kepolisian untuk sesegera mungkin mengusut tuntas kejadian tersebut secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
"Kami memandang bahwa keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas tanpa memandang identitas, afiliasi, maupun latar belakangnya," sambungnya.
Lebih lanjut, PP The Jakmania menegaskan bahwa rivalitas sepak bola di lapangan tidak seharusnya membahayakan keselamatan orang lain.
"Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," tutur PP The Jakmania.
PP The Jakmania pun meminta seluruh anggota tidak terprovokasi dan tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.
"Mari kita percayakan proses penelusuran kepada pihak berwenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif," pungkasnya.
