Siapa Penyerang Bus Persib U-18 di Tol Batang? Diduga Suporter Persija Jakarta

Senin 12 Okt 2026, 14:17 WIB
Sejumlah orang yang diduga menyerang bus EPA Persib U-18 di Tol Batang, Jawa Tengah. (Sumber: Tangkapan layar Instagram/@infoligaindonesia)
Sejumlah orang yang diduga menyerang bus EPA Persib U-18 di Tol Batang, Jawa Tengah. (Sumber: Tangkapan layar Instagram/@infoligaindonesia)

Polisi juga akan mencari tahu kemungkinan adanya oknum lainnya yang turut terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

Adapun, para penyerang bus Persib Bandung diduga merupakan oknum suporter Persija Jakarta atau The Jakmania. Hal tersebut terlihat dari atribut yang terpasang di tubuh pelaku dan terekam dalam video.

Meski begitu, polisi masih mendalami dan memastikan apakah para pelaku merupakan bagian dari kelompok suporter tertentu.

PP The Jakmania Buka Suara

Menanggapi aksi penyerangan terhadap bus EPA Persib U-18 yang diduga dilakukan oknum suporter Persija Jakarta, PP The Jakmania buka suara.

Dalam keterangan di akun Instagram resminya, PP The Jakmania mengecam segala bentuk tindakan kekerasan dan rivalitas di luar lapangan yang dinilai sudah di melebihi batas.

Baca Juga: Update Klasemen BRI Super League 2026/2027 usai Persib Imbang 2-2 Lawan Dewa United

"Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, intimidasi, dan perusakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sportivitas," tulis PP The Jakmania seperti dikutip dari Instagram resmi @infokomjakmania, Senin, 12 Oktober 2026.

PP The Jakmania juga menyampaikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Dan mendukung penuh pihak kepolisian untuk sesegera mungkin mengusut tuntas kejadian tersebut secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.

"Kami memandang bahwa keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas tanpa memandang identitas, afiliasi, maupun latar belakangnya," sambungnya.

Lebih lanjut, PP The Jakmania menegaskan bahwa rivalitas sepak bola di lapangan tidak seharusnya membahayakan keselamatan orang lain.

"Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," tutur PP The Jakmania.


Berita Terkait


News Update