TANGERANG, POSKOTA.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang bersiap mengeksekusi relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Kiasnawi menuju kawasan Pasar Anyar.
Langkah relokasi ini diambil sebagai bagian dari proyek penataan kawasan Stasiun Tangerang agar lebih tertata dan representatif.
Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan relokasi akan dimulai dalam waktu dekat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Perumda Pasar Kota Tangerang untuk memastikan kesiapan lapak bagi para pedagang yang terdampak.
"Dalam waktu dekat akan segera dimulai. Tahap awalnya nanti PKL akan ditampung di tempat yang lebih representatif di area Pasar Anyar," kata Teguh.
Baca Juga: Relokasi PKL Stasiun Tangerang ke Pasar Anyar, Pedagang Khawatir Kehilangan Pelanggan
Teguh menjelaskan, sasaran penertiban dan pemindahan ini mencakup para PKL yang selama ini beroperasi mulai dari kawasan Stasiun Tangerang hingga area depan Masjid Agung Al-Ittihad.
Menurutnya, pemindahan ke Pasar Anyar justru akan menguntungkan pedagang karena memiliki fasilitas dan ruang yang lebih menunjang aktivitas ekonomi.
"Nanti PKL yang ada di sekitar Stasiun Tangerang sampai depan Masjid Agung Al-Ittihad akan didorong ke sana. Tempatnya lebih bagus untuk bisa semakin berkembang ke depannya," tambah Teguh.
Di sisi lain, para pedagang mengaku sudah mengetahui rencana ini dari spanduk imbauan yang terpasang di sekitar lokasi. Meski begitu, bayang-bayang ketidakpastian teknis dan kekhawatiran omzet tetap membayangi mereka.
Baca Juga: Pasar Cisalak Depok Ditertibkan, Petugas Bongkar Lapak PKL
Rahmah, salah satu pedagang di sekitar Stasiun Tangerang, menyebutkan bahwa ia dan rekan-rekannya hanya bisa pasrah dan mengikuti aturan pemerintah daerah, walau ada kekhawatiran mendalam terkait basis pelanggan mereka.
"Sudah dengar, katanya memang mau dipindahkan ke Pasar Anyar. Cuma ya, kami masih menunggu kepastian lebih lanjut, nanti teknisnya seperti apa," ujar Rahmah, Senin, 12 Oktober 2026.
Ia menambahkan, kekhawatiran utamanya bukanlah lokasi baru, melainkan potensi kehilangan pembeli setia yang sudah terbiasa berbelanja di lokasi saat ini.
"Yang paling dipikirkan itu pelanggan. Selama ini orang sudah tahu kami jualan di sini, kalau pindah kan belum tentu mereka langsung tahu tempat kami yang baru. Tapi kalau memang untuk penataan kawasan, ya kami mengikuti saja. Namanya juga berjualan," pungkasnya. (M1)
