Pasar Baru Disulap Bernuansa Myeong-dong, Tempat Kuliner 24 Jam

Senin 12 Okt 2026, 22:09 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)
Gubernur Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyiapkan konsep penataan untuk sejumlah kawasan, termasuk Pasar Baru.

Pasar Baru akan dikembangkan sebagai pusat kuliner malam seperti Myeong-dong di Korea Selatan. Kuliner tersedia selama 24 jam penuh.

Penataan tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan jaringan transportasi massal, khususnya MRT Jakarta.

“Di Pasar Baru bayangan saya adalah menjadi tempat kuliner 24 jam malam kayak Myeong-dong,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2026.

Baca Juga: Ricuh Penertiban Parkir Liar di Bulungan, Pramono Anung Minta Kasus Penganiayaan Satpol PP  Tetap Diproses Hukum

Pramono mengatakan, pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap. Setelah Blok M, Pemprov berencana melanjutkan penataan Pasar Baru, Glodok, hingga Kota Tua.

Sementara itu, Glodok akan dikembangkan dengan mengandalkan identitasnya sebagai kawasan pecinan, termasuk daya tarik kulinernya. Adapun Kota Tua diarahkan menjadi kawasan wisata dengan suasana yang mendekati karakter Eropa dan menyasar wisatawan mancanegara.

“Kota Tua akan kita buat untuk middle-up. Artinya mudah-mudahan turis yang datang dari Eropa. Sehingga suasananya akan lebih mendekati agak Eropa-eropa-an,” ucapnya.

Ia menilai, pembentukan karakter berbeda di setiap kawasan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Jakarta. Konsep tersebut juga diharapkan membuat kawasan yang terhubung dengan transportasi publik memiliki identitas yang lebih kuat.

Baca Juga: Pramono Targetkan Jalan Penghubung Kelapa Gading-Pulo Gadung Rampung 2027, Mampu Urai Macet

Pengembangan kawasan tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan jaringan transportasi massal. Pramono menyebut, konektivitas MRT menjadi salah satu penunjang agar masyarakat dapat mengakses berbagai kawasan tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.

Pemprov DKI juga tengah mendorong penyelesaian jalur MRT Utara-Selatan menuju Harmoni dan Monas pada 2027, dengan pengembangan berikutnya ke arah Kota Tua.

Selain itu, jalur LRT Jakarta dari Kelapa Gading ditargetkan berlanjut hingga Manggarai dan Dukuh Atas pada 2028. (M4)


Berita Terkait


News Update