Sejumlah fenomena atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), turut memengaruhi aktivitas konvektif di beberapa wilayah.
Selain itu, perlambatan angin dan suhu muka laut yang relatif hangat dapat mendukung ketersediaan uap air untuk pembentukan awan hujan.
Artinya, masyarakat tetap perlu memperhatikan peringatan cuaca setempat meskipun daerahnya sedang mengalami musim kemarau.
Prakiraan Hujan 9–15 Oktober 2026
Dalam prakiraan yang tercantum pada informasi BMKG, cuaca Indonesia secara umum diperkirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, sejumlah daerah berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan.
1. Periode 9–11 Oktober 2026
Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Wilayah yang masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jawa Barat.
Sementara itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai di Aceh, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
2. Periode 12–15 Oktober 2026
Potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua.
Adapun kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Papua Pegunungan.
Potensi angin kencang juga perlu diantisipasi di Lampung, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos Tahap 4 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP
Imbauan BMKG: Hemat Air dan Waspadai Cuaca Ekstrem
Di tengah kondisi kemarau, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan mengantisipasi dampak cuaca panas. Penggunaan tabir surya serta pemenuhan kebutuhan cairan tubuh penting diperhatikan, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
