Andrea Bocelli Buta karena Apa? Ini Rekam Jejak yang Jadi Sorotan usai MUI Desak Konser Dibatalkan

Minggu 11 Okt 2026, 15:35 WIB
Profil Andrea Bocelli kembali menjadi perhatian setelah MUI mendesak pembatalan konsernya. (Sumber: Instagram/@andreabocellioofficial)
Profil Andrea Bocelli kembali menjadi perhatian setelah MUI mendesak pembatalan konsernya. (Sumber: Instagram/@andreabocellioofficial)

POSKOTA.CO.ID - Penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, menjadi sorotan setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konsernya di Indonesia.

Desakan tersebut berkaitan dengan rekam jejak penampilan Bocelli dalam sejumlah acara yang berhubungan dengan Israel.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penyelenggaraan konser tersebut.

Menurutnya, sikap pemerintah terhadap kegiatan yang dinilai berkaitan dengan dukungan terhadap Zionisme perlu sejalan dengan prinsip kemanusiaan yang selama ini disuarakan Indonesia.

"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto yang dikutip dalam laman resmi MUI.

Rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta pada 3 November 2026.

Di tengah polemik tersebut, publik juga menaruh perhatian pada sosok Andrea Bocelli, termasuk perjalanan hidupnya sebagai penyanyi tenor yang mengalami kebutaan.

Lantas, Andrea Bocelli buta karena apa dan sejak usia berapa dia kehilangan penglihatannya?

Simak profil, kisah hidup, dan rekam jejak Andrea Bocelli selengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Lokasi Nobar Persib vs Dewa United Hari Ini di Mana Saja? Cek 15+ Daftar Tempat di Bandung Raya

Andrea Bocelli Buta karena Apa?

Andrea Bocelli dikenal sebagai penyanyi yang tetap mampu membangun karier internasional meskipun mengalami kebutaan total.

Kondisi penglihatannya telah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang kerap disorot publik, terutama ketika membahas perjuangannya menekuni dunia musik.

Bocelli didiagnosis mengalami glaukoma kongenital ketika berusia lima bulan.

Glaukoma kongenital merupakan kondisi yang terjadi sejak lahir atau pada masa awal kehidupan dan dapat menyebabkan kerusakan pada saraf optik akibat peningkatan tekanan di dalam mata.

Kondisi tersebut membuat Bocelli mengalami gangguan penglihatan sejak masih bayi.

Meski demikian, dia tetap tumbuh dengan ketertarikan terhadap musik dan mulai mempelajari sejumlah instrumen sejak usia dini.

Ketika berusia 12 tahun, Bocelli mengalami kecelakaan saat bermain sepak bola.

Saat itu, dia bermain sebagai penjaga gawang dan terkena bola pada bagian mata.

Baca Juga: Jelang Persib Bandung vs Dewa United: Igor Tolic Akui Persiapan Singkat, Thom Haye Waspadai Lawan

Insiden tersebut disebut menjadi pemicu hilangnya penglihatan secara permanen. Sejak saat itu, Bocelli menjalani kehidupan tanpa penglihatan.

Namun, kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk terus mengembangkan kemampuan bermusik hingga akhirnya dikenal sebagai penyanyi tenor dengan jangkauan pendengar internasional.

Perjalanan hidupnya menjadi perhatian karena Bocelli mampu membangun karier di tengah keterbatasan penglihatan.

Dia terus berlatih, tampil, dan mengembangkan kemampuan vokalnya hingga memperoleh kesempatan untuk tampil di berbagai panggung musik.

Andrea Bocelli sendiri lahir di Lajatico, Tuscany, Italia, pada 22 September 1958.

Ketertarikannya terhadap musik telah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Menurut biografi yang dimuat di situs resminya, Bocelli mulai belajar piano ketika berusia enam tahun.

Seiring bertambahnya usia, dia juga mempelajari sejumlah instrumen lain, termasuk flute dan saksofon.

Pengalaman itu membantunya mengenal berbagai unsur musik sebelum akhirnya lebih berfokus pada kemampuan vokal.

Lebih lanjut, perjalanan profesional Andrea Bocelli mulai mengalami perkembangan penting setelah mengikuti Festival Sanremo pada 1994.

Dalam ajang tersebut, dia memenangkan kategori pendatang baru melalui lagu Il Mare Calmo della Sera.

Di luar aktivitas bermusik, Andrea Bocelli juga terlibat dalam kegiatan sosial melalui Andrea Bocelli Foundation yang didirikannya pada 2011.

Yayasan tersebut menjadi bagian dari kiprahnya di bidang sosial dan kemanusiaan.

Melalui lembaga ini, Bocelli memperluas aktivitasnya di luar panggung, dengan perhatian terhadap program-program yang ditujukan untuk membantu masyarakat.

Namun, di tengah rencana konsernya di Indonesia pada 2026, perhatian terhadap Bocelli tidak hanya berkaitan dengan pencapaian musik dan kegiatan sosialnya.

Rekam jejak penampilannya dalam acara yang berhubungan dengan Israel turut menjadi perbincangan setelah muncul desakan pembatalan konser dari MUI.

Salah satu penampilan Andrea Bocelli yang kembali disorot adalah keikutsertaannya dalam acara gala penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Century City, Los Angeles, Amerika Serikat.

Laporan Jewish Journal pada 10 Desember 2010 mencatat bahwa Bocelli tampil dalam acara tersebut.

Gala itu dilaporkan berhasil mengumpulkan sekitar 8,75 juta dolar AS untuk FIDF.

Dalam laporan yang sama, Bocelli disebut menjadi bagian dari rangkaian hiburan acara dan membawakan sejumlah lagu, termasuk The Prayer dan Time to Say Goodbye.

FIDF merupakan organisasi yang menggalang dukungan bagi tentara Israel melalui berbagai program.

Selain penampilannya dalam gala penggalangan dana FIDF, Andrea Bocelli juga tercatat menggelar konser di Tel Aviv, Israel, pada 8 Juni 2022.

Informasi mengenai pertunjukan tersebut tercantum dalam materi promosi penyelenggara lokal.

Konser itu dijadwalkan berlangsung di Bloomfield Stadium dengan melibatkan Israel Philharmonic Orchestra dan Gary Bartini Choir.

Meski demikian, informasi mengenai konser di Tel Aviv perlu dibedakan dari kesimpulan mengenai pandangan politik pribadi Bocelli.

Penampilan seorang musisi di suatu negara atau acara tidak secara otomatis menjelaskan sikapnya terhadap seluruh kebijakan pemerintah maupun konflik yang berlangsung di wilayah tersebut.


Berita Terkait


News Update