Siswa SMKN 27 Diduga jadi Korban Pelecehan, Disdik Jakarta Bentuk Tim Pendamping Korban

Kamis 08 Okt 2026, 20:33 WIB
Ilustrasi dugaan pelecehan seksual oleh guru. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi dugaan pelecehan seksual oleh guru. (Sumber: Poskota)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta menyiapkan pendampingan bagi siswa SMKN 27 Jakarta yang diduga menjadi korban pelecehan oleh seorang guru.

Kepala Disdik Jakarta, Nahdiana mengatakan pihaknya akan membentuk tim internal untuk memberikan pendampingan kepada siswa yang diduga mendapat perlakuan tidak semestinya. Tim tersebut sekaligus dapat menggali informasi tambahan dari para siswa terkait laporan yang sedang ditelusuri.

"Kami akan kerja sama tentunya untuk pendampingan siswa-siswi tadi, jangan sampai ada tadi psikis dan lain-lain. Ini akan kami dampingi," kata Nahdiana dalam keterangannya, Kamis, 8 Oktober 2026.

Selain menyiapkan pendampingan, Disdik DKI juga telah membebastugaskan guru yang dilaporkan dari tugas mengajar. Guru berstatus ASN PPPK tersebut kini menjalani proses pemeriksaan oleh tim terpadu.

"Jadi kami juga mau bentuk tim internal untuk pendampingan, untuk pendampingan anak-anak yang tadi mendapatkan perlakuan-perlakuan, sambil juga berarti kami kan dapat informasi tambahan nanti dari anak-anak," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya bergerak setelah menerima laporan terkait dugaan pelecehan tersebut. Selain itu, pihaknya juga melakukan penelusuran secara paralel untuk mengetahui lebih jauh informasi mengenai kasus tersebut.

"Saya juga kan kemarin langsung kita bertindak cepat ya, dan kepala sekolah juga sama saya, sama kami sedang dalam proses juga penelusuran sejauh mana kasus ini. Jadi paralel kami lakukan," ujarnya.

Menurutnya, penanganan kasus tidak hanya menjadi tanggung jawab pihaknya. Jika perkara tersebut berlanjut ke ranah pidana, penanganannya akan dilakukan secara terpadu dengan tetap mengikuti proses hukum.

"Kalau nanti prosesnya pidana, nanti kan ada beberapa pendampingan-pendampingan juga, bukan hanya di Disdik ya, kami kan sudah tadi kalau sudah dalam timnya, sudah tim secara terpadu," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Nahdiana juga menyampaikan permohonan maaf kepada terduga korban. Pemerintah daerah memastikan laporan tersebut akan ditelusuri dan ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan.

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru terhadap sejumlah siswa menjadi perhatian setelah foto tenaga pendidik tersebut diunggah seorang pengguna ke media sosial, Selasa, 6 Oktober 2026. Unggahan itu kemudian memicu sorotan publik terkait dugaan perilaku tidak pantas terhadap siswa.

Dalam unggahannya, guru telah dipindahkan atau dimutasi ke sebuah SMK. Meski demikian, ia menduga tindakan serupa masih dilakukan terhadap siswa lainnya, di antaranya dengan membuka celana di hadapan siswa, menarik atau membuka celana siswa secara tiba-tiba, serta melontarkan ucapan yang dinilai mengandung unsur seksual.

“Pernah menarik celana siswa secara tiba-tiba sambil menanyakan, ‘sudah sunat belum?’. Kejadian ini terjadi di ruang gym,” tulis akun tersebut.


Berita Terkait


News Update