Diduga jadi Korban Rudapaksa Ayahnya, Gadis Ini Bagikan Kisah Pilunya di TikTok untuk Minta Bantuan

Kamis 08 Okt 2026, 17:23 WIB
Ilustrasi seorang gadis yang mendapatkan perlakuan tidak pantas dari kedua orang tuanya selama belasan tahun akhirnya buka suara di TikTok. (Sumber: Dok. Magnific/Anonymous User)
Ilustrasi seorang gadis yang mendapatkan perlakuan tidak pantas dari kedua orang tuanya selama belasan tahun akhirnya buka suara di TikTok. (Sumber: Dok. Magnific/Anonymous User)

POSKOTA.CO.ID - Dunia media sosial kembali dihebohkan seorang gadis muda yang mengungkapkan dugaan tindak kekerasan seksual di dalam keluarganya sendiri. Melalui sebuah unggahan video di akun TikTok pribadinya, korban membagikan kisah pilunya terkait tindakan pemerkosaan yang dilakukan ayah tirinya.

Serangkaian video kesaksian yang diunggah dari akhir September hingga awal Oktober 2026 itu mendadak viral dan menyita perhatian publik secara luas. Langkah nekat mengunggah kisah trauma ini diambil korban sebagai upaya terakhir untuk mencari perlindungan diri serta meminta bantuan hukum dari masyarakat luas.

Korban Bagikan Kisah Tragisnya di TikTok

Dalam berbagai video singkatnya, korban mengungkapkan kronologi pilu dugaan tindak pemerkosaan oleh sang ayah yang terjadi berulang kali di kediamannya. Menurutnya, dugaan aksi keji tersebut telah dialaminya sejak ia masih masih duduk di bangku TK hingga jenjang SMA.

“Dari TK, SD, SMP, sampai terakhir itu SMA, itu gua diperkosa sama Bokap. Awalnya mungkin bukan pemerkosaan, ya, dia cuma… (melakukan tindakan tidak pantas),” tutur korban dalam video penjelasannya, dikutip Poskota, Kamis, 8 Oktober 2026.

Baca Juga: Remaja jadi Korban Pemerkosaan Berulang usai Dicekoki Miras, Polisi Tangkap Pelaku di Kibin

Usai mengalami berbagai kejadian memilukan tersebut, korban mengaku kerap mengadu kepada sang ibu, tetapi justru dituduh memfitnah sang ayah. Tak hanya itu, korban juga membeberkan ibunya kerap melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap dirinya.

“Paginya, gua sering banget untuk coba bilang ke Nyokap tentang yang dilakuin Bokap, lagi-lagi dia gak percaya. Terus dia bilang kalau benci sama orang tua jangan sampe fitnah orang tua, itu lu malah jadi anak dosa dan durhaka. Akhirnya, gua berangkat sekolah sambil dicubitin sama dia sampe biru” tutur korban dalam video tersebut.

Rasa tertekan yang mendalam akibat sering disudutkan dan dimarahi sang ibu membuat korban nekat meminum obat penenang dengan dosis tinggi. Langkah tersebut ia lakukan semata-mata demi bisa tidur pulas dan terhindar dari perilaku kedua orang tuanya.

Ironisnya, situasi korban yang terlelap justru dijadikan kesempatan oleh ayah tirinya untuk melancarkan dugaan aksi kekerasan seksual tersebut.

“Gua punya kebiasaan minum obat untuk menghindari stres, ditambah lagi gua gak mau denger ortu gua berantem dan berakhir gua yang dipukulin. Namun, saat itu gua beneran gak bisa ngapa-ngapain pas Bokap ngelakuin itu,” jelasnya.

Reaksi Keras Masyarakat dan Tuntutan Keadilan bagi Korban

Pengakuan korban tersebut langsung menyedot perhatian publik dan memicu gelombang simpati yang luas di berbagai platform media sosial. Ribuan netizen membanjiri kolom komentar dengan menyampaikan rasa keprihatinan mendalam serta dukungan moral agar korban tetap kuat menghadapi taruma hebat yang dialaminya.

Baca Juga: Profil Piche Kota Kontestan Indonesian Idol Diduga Terseret Kasus Pemerkosaan Siswi SMA

“Kak, aku turut berduka karena hal itu harus terjadi sama kamu. Semoga kamu selalu sehat dan dijauhi dari bahaya, ya,” tulis salah seorang netizen di kolom komentar.

Selain memberi dukungan, publik juga ramai-ramai menandai akun resmi aparat penegak hukum guna mendesak penanganan cepat atas kasus tersebut. Langkah ini krusial untuk menjamin keselamatan fisik dan pemulihan psikologis korban, sekaligus menuntut keadilan agar terduga pelaku diproses hukum secara tegas.

Sempat Adukan ke Pihak Berwajib

Di balik pengakuannya yang viral di media sosial, korban ternyata mengaku telah berupaya menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Hanya saja, laporan tersebut dinilai tidak mendapatkan tindak lanjut, sehingga korban merasa diabaikan tanpa adanya perlindungan.

“Hari ini gua ke Polres buat ngelaporin Bokap dan Nyokap gua karena ngerasa gak aman dan butuh perlindungan. Namun, ternyata gua gak dapet tindak lanjut apa-apa. Di awal aja gua malah disuruh nunggu mereka selesai makan sama nonton bola dulu baru bisa cerita,” ujarnya. (M7)


Berita Terkait


News Update