POSKOTA.CO.ID - Dunia media sosial kembali dihebohkan seorang gadis muda yang mengungkapkan dugaan tindak kekerasan seksual di dalam keluarganya sendiri. Melalui sebuah unggahan video di akun TikTok pribadinya, korban membagikan kisah pilunya terkait tindakan pemerkosaan yang dilakukan ayah tirinya.
Serangkaian video kesaksian yang diunggah dari akhir September hingga awal Oktober 2026 itu mendadak viral dan menyita perhatian publik secara luas. Langkah nekat mengunggah kisah trauma ini diambil korban sebagai upaya terakhir untuk mencari perlindungan diri serta meminta bantuan hukum dari masyarakat luas.
Korban Bagikan Kisah Tragisnya di TikTok
Dalam berbagai video singkatnya, korban mengungkapkan kronologi pilu dugaan tindak pemerkosaan oleh sang ayah yang terjadi berulang kali di kediamannya. Menurutnya, dugaan aksi keji tersebut telah dialaminya sejak ia masih masih duduk di bangku TK hingga jenjang SMA.
“Dari TK, SD, SMP, sampai terakhir itu SMA, itu gua diperkosa sama Bokap. Awalnya mungkin bukan pemerkosaan, ya, dia cuma… (melakukan tindakan tidak pantas),” tutur korban dalam video penjelasannya, dikutip Poskota, Kamis, 8 Oktober 2026.
Baca Juga: Remaja jadi Korban Pemerkosaan Berulang usai Dicekoki Miras, Polisi Tangkap Pelaku di Kibin
Usai mengalami berbagai kejadian memilukan tersebut, korban mengaku kerap mengadu kepada sang ibu, tetapi justru dituduh memfitnah sang ayah. Tak hanya itu, korban juga membeberkan ibunya kerap melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap dirinya.
“Paginya, gua sering banget untuk coba bilang ke Nyokap tentang yang dilakuin Bokap, lagi-lagi dia gak percaya. Terus dia bilang kalau benci sama orang tua jangan sampe fitnah orang tua, itu lu malah jadi anak dosa dan durhaka. Akhirnya, gua berangkat sekolah sambil dicubitin sama dia sampe biru” tutur korban dalam video tersebut.
Rasa tertekan yang mendalam akibat sering disudutkan dan dimarahi sang ibu membuat korban nekat meminum obat penenang dengan dosis tinggi. Langkah tersebut ia lakukan semata-mata demi bisa tidur pulas dan terhindar dari perilaku kedua orang tuanya.
Ironisnya, situasi korban yang terlelap justru dijadikan kesempatan oleh ayah tirinya untuk melancarkan dugaan aksi kekerasan seksual tersebut.
“Gua punya kebiasaan minum obat untuk menghindari stres, ditambah lagi gua gak mau denger ortu gua berantem dan berakhir gua yang dipukulin. Namun, saat itu gua beneran gak bisa ngapa-ngapain pas Bokap ngelakuin itu,” jelasnya.
Reaksi Keras Masyarakat dan Tuntutan Keadilan bagi Korban
Pengakuan korban tersebut langsung menyedot perhatian publik dan memicu gelombang simpati yang luas di berbagai platform media sosial. Ribuan netizen membanjiri kolom komentar dengan menyampaikan rasa keprihatinan mendalam serta dukungan moral agar korban tetap kuat menghadapi taruma hebat yang dialaminya.
