Struktur kepemilikan saham Intel berubah drastis sejak pemerintah AS mengamankan 10 persen porsi saham pada Agustus 2025, disusul masuknya suntikan modal dari Nvidia (USD5 miliar) dan SoftBank.
Masuknya investor raksasa ini menjadikan saham INTC amat volatil dan menarik minat spekulasi tinggi, menempati urutan keenam saham AS dengan transaksi volume kontrak opsi harian terbesar.
Bagi investor di Indonesia, saham Intel kini dapat dipantau dan ditransaksikan mulai dari USD1 (fractional share) melalui berbagai aplikasi sekuritas lokal yang terdaftar resmi di OJK.
Pergerakan harga saham teknologi tanpa dividen ini mewajibkan investor untuk mengkalkulasi risiko fluktuasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli maupun menjual saham tertentu atau efek lainnya. Setiap keputusan investasi wajib dipertimbangkan berdasarkan kondisi dan profil risiko masing-masing investor.
