Dislipidemia 67 Persen di CKG Jakarta, Pakar: Bukan Gambaran Populasi Umum

Rabu 07 Okt 2026, 23:17 WIB
Ilustrasi kadar lemak. (Sumber: Pixels)
Ilustrasi kadar lemak. (Sumber: Pixels)

Penggunaan obat seperti statin, menurut Dicky, dapat menjadi bagian dari pencegahan primer pada kelompok tertentu, termasuk pasien diabetes melitus berusia lebih dari 40 tahun, dengan tetap memperhatikan indikasi, efek samping dan interaksi obat. Jika dicurigai adanya faktor familial, skrining terhadap kerabat tingkat pertama juga perlu dipertimbangkan.

Sementara pada tingkat populasi dan sistem kesehatan, Dicky menilai harus ada kepastian bahwa hasil CKG ditindaklanjuti melalui alur rujukan yang jelas ke Puskesmas, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) maupun program pengendalian penyakit tidak menular.

"Jadi persentase terkontrol, bukan hanya jumlah terskrining," tegas Dicky.

Dicky juga mendorong ketersediaan obat statin dan pemeriksaan profil lipid di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dari sisi kebijakan hulu, pemerintah dapat memperkuat pengendalian faktor risiko melalui eliminasi lemak trans, pelabelan gizi di bagian depan kemasan, serta pengendalian konsumsi gula, garam dan lemak.

Penyediaan ruang publik untuk aktivitas fisik dan penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) penting sebagai upaya pencegahan. Dicky juga mendorong surveilans longitudinal dengan metode konsisten agar perkembangan dan perubahan tren kesehatan masyarakat dapat dipantau setiap triwulan.

"Kesimpulannya, angka ini sinyal kuat terhadap beban metabolik tinggi pada kelompok hipertensi dan diabetes melitus, tapi belum bisa digeneralisasi ke seluruh warga Jakarta. Prioritasnya adalah memastikan temuan skrining berlanjut ke terapi dan kontrol, jadi bukan hanya pendataan," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update