Harapannya, peningkatan posisi Jakarta tidak berhenti sebagai prestasi statistik. Namun berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, Wibi menargetkan Jakarta mampu menembus 50 besar kota dunia pada 2029.
“Jakarta harus terus naik kelas dan manfaatnya dirasakan warga,” tutur Wibi.
Baca Juga: Rencana Kenaikan Tarif TransJakarta, DPRD DKI Ingatkan Dampak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan peningkatan posisi Jakarta antara lain ditopang perkembangan sistem dan konektivitas transportasi publik yang telah menjangkau lebih dari 93 persen wilayah.
Jakarta juga mencatat posisi tinggi pada aspek modal manusia di peringkat 23 dan ekonomi di peringkat 59.
Meski demikian, Jakarta masih perlu memperkuat tata kelola pemerintahan, lingkungan, dan kualitas hidup untuk mengejar kota-kota utama Asia Tenggara. Seperti, Kuala Lumpur dan Singapura.
