Tuntutan kedua adalah mendorong pemerintah untuk merealisasikan pendidikan gratis.
BEM SI menyampaikan, akses terhadap pendidikan harus dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Cakupan yang disoroti tidak hanya pendidikan dasar, tetapi juga hingga jenjang perguruan tinggi.
Dengan demikian, tuntutan pendidikan gratis yang dibawa dalam aksi mencakup akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
3. Mendorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan
Persoalan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan menjadi tuntutan ketiga dalam aksi BEM SI.
Mahasiswa menilai guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Karena itu, aspek kesejahteraan, kepastian, dan penghargaan terhadap tenaga pendidik turut menjadi perhatian dalam aksi tersebut.
Tuntutan ini juga disampaikan bersamaan dengan dorongan agar pemerintah merealisasikan pendidikan gratis.
4. Menjamin Keberlanjutan PTS
Tuntutan keempat berkaitan dengan perguruan tinggi swasta atau PTS. BEM SI meminta agar keberlanjutan PTS tetap dijamin dalam penerapan kebijakan pendidikan gratis.
Hal tersebut menjadi perhatian karena kebijakan pendidikan gratis dinilai perlu memperhitungkan keberadaan perguruan tinggi swasta sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi.
BEM SI kemudian merangkum empat tuntutan tersebut dalam seruan aksi yang disampaikan melalui media sosial.
"Tuntutan yaitu pertama mendesak pembahasan dan revisi Undang-Undang Sisdiknas secara partisipatif dan komprehensif, lalu kedua mendesak pemerintah untuk merealisasikan pendidikan secara gratis, ketiga memberikan kesejahteraan terhadap guru dan tenaga kependidikan, dan terakhir menjamin keberlanjutan PTS dalam kebijakan pendidikan gratis," tulisnya.
