TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 30 ribu kasus penyakit saluran pernapasan mirip Influenza A sepanjang periode Januari hingga September 2026.
Lonjakan signifikan terjadi pada September saja dengan tambahan hampir 5.000 kasus baru yang tersebar di 29 kecamatan. Perubahan cuaca ekstrem, udara kering berdebu, serta penurunan daya tahan tubuh masyarakat ditengarai menjadi pemicu utama cepatnya penularan virus ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi, mengungkapkan bahwa angka 30 ribu kasus tersebut didominasi oleh gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang secara klinis mengarah pada infeksi virus influenza.
Meski demikian, Hendra mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada fasilitas kesehatan maupun rumah sakit di wilayah Kabupaten Tangerang yang memiliki fasilitas pemeriksaan laboratorium khusus untuk mengidentifikasi varian Influenza A secara pasti.
Baca Juga: Kemenkes Ungkap Jumlah Kasus Influenza Bertambah
"Sebenarnya ISPA itu sebagian besar penyebabnya adalah virus influenza. Namun, karena kita belum memiliki pemeriksaan laboratorium khusus Influenza A di rumah sakit Tangerang, sebagian besar kasus tercatat dalam kategori gejala influenza dan ISPA umum," ujar Hendra, Minggu, 4 Oktober 2026.
Faktor Pemicu dan Risiko Komplikasi
Menurut Hendra, penularan virus influenza ini tergolong sangat cepat karena menyebar melalui kontak fisik erat dan percikan cairan tubuh (droplet), mirip dengan pola penularan COVID-19.
Kondisi ini diperparah oleh minimnya curah hujan belakangan ini yang membuat udara menjadi kering dan dipenuhi debu polutan.
"Faktor lingkungan sangat berpengaruh. Udara kering dan debu yang banyak memicu lonjakan kasus, ditambah daya tahan tubuh masyarakat yang turun akibat kelelahan atau kurang tidur," jelasnya.
Baca Juga: Ini Gejala Influenza Tipe A dan HMPV, Wabah Virus Baru Asal China yang Kembali Menggemparkan Publik
Ia juga mengimbau kelompok rentan untuk ekstra waspada. Virus influenza ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, bahkan berujung kematian, terutama pada kelompok anak balita dan lansia yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti asma atau bronkitis.
Guna menekan laju penyebaran di 29 kecamatan, Dinkes Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk kembali memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta membatasi kontak fisik langsung jika sedang bergejala.
"Usahakan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Perbanyak konsumsi air putih, makan buah dan sayur, serta pastikan waktu istirahat cukup," pungkasnya.
