POSKOTA.CO.ID - Java United harus menghadapi konsekuensi disiplin setelah laga kontra Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9/2026). Pertandingan pekan ketiga BRI Super League 2026/27 itu memang berakhir dengan kemenangan tipis Persija 1-0 melalui gol Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-13.
Namun, perhatian kemudian bergeser ke insiden yang terjadi setelah pertandingan. Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah hukuman kepada pemain, ofisial, hingga klub Java United. Jika ditotal, akumulasi denda dari rangkaian sanksi tersebut mencapai Rp760 juta.
Sanksi ini tidak hanya berkaitan dengan satu pelanggaran. Komdis mencatat beberapa tindakan yang melibatkan personel Java United, mulai dari intimidasi terhadap perangkat pertandingan, tindakan agresif kepada ofisial lawan, hingga persoalan penggunaan identitas ID Card.
Yakob dan Yance Sayuri Dilarang Tampil Empat Pertandingan
Dua nama yang cukup menjadi perhatian adalah Yakob Sayuri dan Yance Sayuri. Keduanya mendapatkan larangan bermain dalam empat pertandingan serta denda masing-masing Rp50 juta.
Dalam keputusan disiplin tersebut, keduanya dinyatakan melakukan intimidasi terhadap Pengawas Pertandingan yang sedang merekam keributan di Official Area (OA). Tindakan tersebut disebut dilakukan untuk memaksa penghapusan rekaman video.
Sanksi itu tentu berpengaruh langsung terhadap kekuatan Java United dalam beberapa pertandingan berikutnya. Apalagi, klub membutuhkan kedalaman skuad untuk melewati jadwal kompetisi yang cukup panjang.
Sanksi Terberat Dijatuhkan kepada Achmad Resal Octavian
Hukuman paling besar diberikan kepada ofisial Java United, Achmad Resal Octavian. Ia dijatuhi skorsing 10 pertandingan, larangan masuk stadion selama satu laga, serta denda Rp500 juta.
Sanksi tersebut berkaitan dengan ucapan diskriminatif yang diarahkan kepada tim tamu pada menit ke-78 pertandingan.
Selain itu, Antonio Teles mendapat denda Rp50 juta setelah dinilai melakukan tindakan agresif berupa tendangan dan intimidasi terhadap ofisial Persija.
Josmiro De Goes dan Fabio Araujo Lefundes juga masing-masing dikenai denda Rp30 juta karena tindakan kekerasan terhadap Media Officer tim lawan di area resmi.
Klub Juga Dijatuhi Denda karena Masalah ID Card
Tidak berhenti pada hukuman individu, Java United sebagai klub juga terkena sanksi. Klub didenda Rp50 juta terkait penyalahgunaan identitas ID Card.
Dalam keputusan tersebut, agen pemain dan pelatih disebut menggunakan ID Card atas nama orang lain untuk masuk ke area bench dan ruang ganti.
Sementara itu, ofisial David Glen Oei mendapatkan teguran keras karena menghalangi Pengawas Pertandingan ketika melakukan pemeriksaan ID Card.
Baca Juga: Persija Promosikan 3 Pemain Akademi ke Tim Utama untuk Super League 2026/2027
Rincian sanksi Java United
- Yakob Sayuri: larangan bermain 4 pertandingan dan denda Rp50 juta.
- Yance Sayuri: larangan bermain 4 pertandingan dan denda Rp50 juta.
- Achmad Resal Octavian: skorsing 10 pertandingan, larangan masuk stadion 1 laga, dan denda Rp500 juta.
- Antonio Teles: denda Rp50 juta.
- Josmiro De Goes: denda Rp30 juta.
- Fabio Araujo Lefundes: denda Rp30 juta.
- Java United: denda Rp50 juta terkait penyalahgunaan ID Card.
- David Glen Oei: teguran keras.
Bagi Java United, persoalan ini menjadi pekerjaan rumah di luar lapangan. Tim asuhan Fabio Lefundes sebelumnya harus menerima kekalahan 0-1 dari Persija setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang pada babak kedua.
Kini, klub harus menjalani pertandingan berikutnya dengan sejumlah pemain dan ofisial yang terkena sanksi. Selain menjaga performa di kompetisi, pembenahan aspek disiplin menjadi bagian penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
