Perkuat Mutu Pendidikan, Pemprov DKI Jakarta Resmi Punya Program LPDP Daerah

Rabu 30 Sep 2026, 14:40 WIB
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyiapkan rencana program beasiswa pendidikan tinggi yang akan dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Hal tersebut ia sampaikan saat menerima kunjungan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dari tujuh SMA/SMK di Jakarta.

“Tahun depan Jakarta akan punya LPDP sendiri yang dikelola oleh Jakarta. Anak-anak dari keluarga yang kurang mampu punya kesempatan untuk sekolah di luar negeri menggunakan LPDP Jakarta. Gunakan momentum ini sebaik-baiknya, wujudkan mimpi kalian, dan buat orang tua serta keluarga bangga,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, 30 September 2026.

Program beasiswa ini diatur melalui peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan.

Baca Juga: Penentuan Desil Bansos Jakarta Tak Bisa Lewat Pergub, Ini Penjelasan Pramono Anung

Selain itu, Pemprov juga memperbarui mekanisme pendaftaran Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dengan proses verifikasi dibagi menjadi dua tahapan, antara lain:

  • Tahap 1: Mahasiswa yang tidak memiliki kendala data desil akan langsung menerima perpanjangan bantuan secara otomatis.
  • Tahap 2: Audit dan pengecekan ulang bagi mahasiswa yang mengalami pembaruan data desil, seperti memiliki mobil, anak dari ASN atau memiliki rumah dengan PBB di atas Rp2 miliar.

Ungkap 3 Kultur Kepemimpinan di Lingkungan Pemprov DKI

Dalam kesempatannya bertemu dengan para siswa, Pramono mengungkapkan tiga kultur kepemimpinannya yang diterapkan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Ia mengatakan kultur kepemimpinan yang diterapkan di lingkungan Pemprov mengedepankan pendekatan humanis, teknokratis, dan disiplin.

Baca Juga: Hubungan Bilateral DKI Jakarta-New York, Pramono Anung Bahas Transportasi, Banjir hingga Obligasi Daerah

"Dalam kepemimpinan yang saya lakukan, budayanya adalah kultur yang lebih humanis, teknokratis, dan disiplin," katanya.

Tak hanya itu, ia mengajak para siswa memahami bahwa kepemimpinan tidak memiliki satu pola yang harus diterapkan oleh setiap orang.

Menurutnya, gaya kepemimpinan dapat disesuaikan dengan karakter, kondisi organisasi, serta tanggung jawab yang diemban.

“Kepemimpinan itu ada pada setiap level, pada setiap golongan, pada setiap kelompok. Dan seseorang untuk memimpin itu bisa berbeda-beda. Dari dua ketua OSIS ini saja saya yakin cara memimpinnya berbeda. Ada yang sangat disiplin, gaya kepemimpinannya terbuka, tetapi ada yang lebih terstruktur dan teknokratik. Ini pilihan dalam memimpin,” jelasnya.

Baca Juga: Jelang Laga Persija vs Persib di SUGBK, Pramono Anung Minta Suporter Jaga Sportivitas

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta Abdul Chalid mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan praktik kepemimpinan kepala daerah.

“Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi merupakan program Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprov DKI Jakarta yang berlandaskan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2010. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal langsung penyelenggaraan pemerintahan, praktik kepemimpinan kepala daerah, serta berinteraksi dengan Gubernur DKI Jakarta,” tutur Abdul. (M4)


Berita Terkait


News Update