Daftar 11 Tuntutan Demo Hari Ini di DPR: Perlindungan Pekerja-Upah Layak

Selasa 29 Sep 2026, 10:00 WIB
Daftar tuntutan demo buruh hari ini, Selasa, 29 September 2026 di DPR. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)
Daftar tuntutan demo buruh hari ini, Selasa, 29 September 2026 di DPR. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

POSKOTA.CO.ID - Puluhan ribu buruh dijadwalkan demo hari ini, Selasa, 29 September 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Total ada 11 tuntutan yang akan dibawa dalam aksi ini.

Demonstrasi hari ini digelar oleh kelompok buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan merupakan lanjutan dari aksi yang sebelum sudah digelar pada Kamis, 24 September 2026 di kawasan Jalan MH Thamrin.

Aksi ini dikabarkan akan dihadiri oleh sebanyak 20 ribu buruh yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Para buruh akan mengawali aksi ini dengan berkumpul di bawah flyover Taman Ria Senayan pada pukul 10.00 WIB dan melakukan long march ke arah Gedung DPR/MPR RI, Senayan.

Baca Juga: Jadwal Demo Hari Ini 29 September 2026: Jam Berapa, Titik Lokasi, dan Rekayasa Lalu Lintas

Buruh Kawal Pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Ketua Umum Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno mengatakan, aksi ini kembali dilakukan untuk mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan agar bisa menampung aspirasi dan berpihak kepada para buruh.

"Tentu kami besok (hari ini) juga akan melakukan aksi pengawalan. Aksi demonstrasi yang akan dilakukan di gedung DPR dalam agenda tentu adalah bagaimana agar undang-undang ketenagakerjaan berpihak kepada kaum buruh," kata Sunarno dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Link CCTV Pantau Demo Buruh di Jakarta Hari Ini 29 September 2026, Cek Kondisi Gedung DPR/MPR RI

Tuntutan Demo Buruh Hari Ini

Ada 11 tuntutan yang akan disampaikan buruh dalam demo hari ini. Beberapa poin yang menjadi sorotan, yaitu kepastian kerja, pengupahan, perlindungan pekerja, hingga peningkatan keterampilan.

Para buruh juga menyoroti praktik outsourcing yang selama ini dinilai masih banyak merugikan para pekerja. Sistem ini dinilai memiliki celah untuk mengarah kepada penipuan calon pekerja.

Selain itu, ada juga banyak lowongan kerja fiktif yang beredar tanpa kepastian. Terlebih, banyak calon pekerja yang diminta membayar deposit untuk mendapatkan kepastian kerja.


Berita Terkait


News Update