BOJONGGEDE, POSKOTA.CO.ID - Polsek Bojonggede melakukan penyekatan di Stasiun KRL Bojonggede dan sejumlah titik jalan utama pada Selasa, 29 September 2026. Langkah antisipasi ini diambil guna mengamankan pergerakan perbatasan saat ada aksi demo puluhan ribu massa buruh yang dipusatkan di Jakarta.
Kapolsek Bojonggede, AKP Abdullah Syafiih, menyatakan bahwa penebalan personel difokuskan pada moda transportasi publik seperti KRL yang menjadi jalur krusial mobilisasi massa dari arah Bogor menuju ibu kota.
"Untuk jumlah personel yang ikut pengamanan di Stasiun Bojonggede ada 7 personel. Penebalan anggota dilakukan mulai dari pukul 07.00 WIB hingga keadaan kondusif," ujar Syafiih kepada Poskota usai memimpin penyekatan di Stasiun KRL Bojonggede, Selasa.
Selain di area stasiun, penyekatan juga disebar ke jalur darat utama, salah satunya di Pos Bambu Kuning dengan menerjunkan 10 personel pengamanan.
Baca Juga: Daftar 11 Tuntutan Demo Hari Ini di DPR: Perlindungan Pekerja-Upah Layak
Upaya Preventif kepada Pelajar
Tak hanya memantau pergerakan massa buruh, Polsek Bojonggede juga memperketat pengawasan terhadap potensi keterlibatan pelajar sekolah menengah dalam aksi unjuk rasa tersebut.
Melalui skema Preventive Strike, pihak kepolisian mengaktifkan program "Bapak Asuh" dengan mendatangi sekolah-sekolah di wilayah hukum setempat.
"Untuk zona merah sekolah di wilayah Polsek Bojonggede tidak ada. Total ada 15 sekolah tingkat SMA dan SMK, semuanya dikategorikan dalam zona hijau," jelas Syafiih.
Dalam pelaksanaannya, setiap tim yang terdiri dari satu perwira dan tiga anggota menyambangi sekolah-sekolah terunjuk untuk memberikan sosialisasi serta penyuluhan langsung kepada para siswa.
Baca Juga: Jadwal Demo Hari Ini 29 September 2026: Jam Berapa, Titik Lokasi, dan Rekayasa Lalu Lintas
Syafiih menegaskan pentingnya benteng edukasi untuk menepis provokasi yang beredar di media sosial.
