Penelitian Bahtera Nuh Kembali Dilakukan di Turki, Formasi Durupınar Jadi Sorotan

Minggu 27 Sep 2026, 22:02 WIB
Formasi Durupınar di Turki kembali menjadi lokasi penelitian yang dikaitkan dengan pencarian Bahtera Nuh. (Sumber: Dailymail)
Formasi Durupınar di Turki kembali menjadi lokasi penelitian yang dikaitkan dengan pencarian Bahtera Nuh. (Sumber: Dailymail)

POSKOTA.CO.ID - Pencarian jejak yang diyakini berkaitan dengan Bahtera Nuh kembali dilakukan di Turki pada 2026. Kali ini, peneliti tidak langsung menggali kawasan yang selama puluhan tahun dikaitkan dengan kapal dalam kisah banjir besar tersebut.

Penelitian berfokus pada Formasi Durupınar, struktur geologi berbentuk oval yang berada di bagian timur Turki. Bentuknya kerap dianggap menyerupai lambung kapal berukuran besar sehingga memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut berkaitan dengan Bahtera Nuh.

Namun, bentuk yang menyerupai kapal belum cukup untuk membuktikan klaim tersebut. Penelitian geologi sebelumnya justru menyebut Formasi Durupınar sebagai bentukan alam.

Baca Juga: Jadwal Tiket Promo KAI Spesial HUT 2026 Kapan Dibuka? Cek Tanggal, Harga, dan Cara Belinya

Penelitian Bahtera Nuh Menggunakan Pemindaian

Penyelidikan terbaru dilakukan pada Juni 2026 dan dipimpin Profesor Cenker Atila dari Departemen Arkeologi Universitas Sivas Cumhuriyet. Sekitar 25 ilmuwan dari berbagai negara ikut terlibat dalam proyek tersebut.

Alih-alih melakukan penggalian, tim menggunakan pendekatan non-invasif. Penelitian mencakup pemindaian radar bawah permukaan berpresisi tinggi serta pembuatan model dua dimensi dan tiga dimensi.

Metode tersebut dipilih untuk melihat kondisi struktur di bawah permukaan tanpa harus mengubah atau merusak kawasan penelitian.

Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama antara peneliti Turki dan kelompok asal California, Noah's Ark Scan. Penelitian disebut rampung pada 11 September 2026 dan hasilnya diharapkan dapat dipublikasikan pada 2027.

Dengan pendekatan tersebut, pertanyaan utama bukan sekadar apakah bentuk Formasi Durupınar terlihat seperti kapal, tetapi apa yang sebenarnya berada di bawah permukaannya.

Mengapa Formasi Durupınar Dikaitkan dengan Bahtera Nuh?

Formasi Durupınar berada sekitar 29 kilometer di selatan puncak Gunung Ararat Besar, di kawasan Gunung Tendürek. Lokasi ini menjadi salah satu titik yang sering dikaitkan dengan pencarian Bahtera Nuh.

Hubungan tersebut berawal dari kisah dalam Kitab Kejadian. Kejadian 8:4 menyebut bahtera Nuh "terkandas di pegunungan Ararat". Dari sinilah kawasan yang kemudian dikenal sebagai Gunung Ararat menjadi perhatian dalam berbagai ekspedisi.

Beberapa hal penting dari lokasi penelitian:

Lokasi: Formasi Durupınar, Turki timur.

Jarak: sekitar 29 kilometer dari Gunung Ararat Besar.

Metode terbaru: pemindaian radar bawah permukaan dan pemodelan 2D serta 3D.

Keterlibatan: sekitar 25 ilmuwan dari berbagai negara.

Publikasi: hasil penelitian dijadwalkan tersedia pada 2027.

Meski demikian, Formasi Durupınar tidak berada tepat di puncak Gunung Ararat. Selain itu, istilah "Ararat" dalam teks kuno juga memiliki sejarah penafsiran yang panjang dan kerap dikaitkan dengan wilayah Urartu.

Baca Juga: 5 Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Usai Ombudsman Temukan Hunian Mewah

Penelitian Geologi Sebelumnya Punya Kesimpulan Berbeda

Klaim mengenai Bahtera Nuh di Formasi Durupınar bukan tanpa perdebatan. Pada 1996, ahli geologi dari California State University Northridge menerbitkan penelitian berjudul Bogus ‘Noah's Ark’ from Turkey Exposed as a Common Geologic Structure.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa struktur Durupınar merupakan bentukan geologi alami yang kebetulan memiliki bentuk menyerupai kapal.

Sejumlah proses geologi, seperti pelapukan mineral vulkanik, naiknya material lumpur ke permukaan atau upwelling, hingga tanah longsor, digunakan untuk menjelaskan terbentuknya struktur tersebut.

Karena itu, penelitian terbaru masih perlu dilihat melalui hasil ilmiahnya. Pemindaian dapat memberikan gambaran baru mengenai kondisi bawah permukaan, tetapi hasil tersebut belum otomatis membuktikan bahwa Formasi Durupınar merupakan sisa Bahtera Nuh.

Untuk sementara, pencarian itu tetap berada di antara sejarah, keyakinan, dan penelitian ilmiah. Jawaban yang lebih jelas masih menunggu hasil analisis serta publikasi penelitian pada 2027.


Berita Terkait


News Update