“Olaha telah lama bermain di Vietnam sehingga memiliki pengalaman beradaptasi dengan sepak bola setempat. Kehadirannya membuat opsi Kim Sang-sik di lini depan semakin beragam,” ujar Bung Ropan.
Menariknya, Williams dan Olaha berada di klub yang sama. Situasi ini berpotensi membantu keduanya membangun chemistry apabila Kim Sang-sik memilih menurunkan mereka secara bersamaan.
Meski begitu, persaingan di lini depan Vietnam tidak hanya melibatkan dua pemain tersebut. Sejumlah striker lokal seperti Nguyen Van Toan tetap menjadi bagian dari opsi yang dimiliki sang pelatih.
Baca Juga: Jadwal Perdana Timnas Indonesia vs Singapura FIFA ASEAN Cup 2026 Kapan? Cek Jam dan Lokasinya
Indonesia dan Vietnam Berpeluang Bertemu di Final
Vietnam berada di Grup B bersama Thailand, Pakistan, dan Filipina. Sementara Indonesia menempati Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Komposisi tersebut membuka kemungkinan kedua negara bertemu di fase akhir, termasuk final, apabila mampu melewati fase grup dan pertandingan berikutnya dengan hasil terbaik.
Indonesia sendiri memiliki modal yang tak kalah menarik. Sejumlah pemain Timnas Indonesia berkarier di Eropa, seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, dan Emil Audero.
Pengalaman di kompetisi Eropa bisa menjadi bekal penting ketika Indonesia menghadapi lawan dengan kekuatan fisik dan organisasi permainan seperti Vietnam.
Pada akhirnya, duel Indonesia vs Vietnam masih sebatas kemungkinan. Sebelum memikirkan final, Indonesia harus lebih dulu tampil konsisten di Grup A.
Namun jika kedua tim benar-benar bertemu di partai puncak, tambahan amunisi Vietnam serta pengalaman pemain Indonesia di Eropa bisa membuat pertandingan berlangsung jauh lebih sengit. Bagi skuad Garuda, laga tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan 0-3 dari Vietnam pada pertemuan sebelumnya.
