Harga Emas Perhiasan 24K Hari Ini 31 Agustus 2026 Dijual Murah, Jadi Rp2,2 Juta per Gram

Senin 31 Agu 2026, 07:50 WIB
Ilustrasi - Harga emas perhiasan hari ini, Senin, 31 Agustus 2026 turun di berbagai gerai. (Sumber: Pixabay/AS_Photography)
Ilustrasi - Harga emas perhiasan hari ini, Senin, 31 Agustus 2026 turun di berbagai gerai. (Sumber: Pixabay/AS_Photography)

POSKOTA.CO.ID - Pada penghujung bulan Agustus, harga emas perhiasan hari ini, Senin, 31 Agustus 2026 anjlok ke angka terendah.

Harga emas yang fluktuatif dan bisa mengalami kenaikan ataupun penurunan tajam sewaktu-waktu memang perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya investor.

Memahami dinamika harga emas di pasaran bisa membantu masyarakat untuk menyusun strategi investasi terbaik dan yang paling tepat guna mendapatkan keuntungan tertinggi.

Seperti saat ini, momen penurunan harga dapat dimanfaatkan oleh para investor yang ingin menambah aset investasi atau menambah koleksi terbaru.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 30 Agustus 2026 Tak Berubah, 1 Gram Rp2,67 Juta

Sebaliknya, investor tidak disarankan menjual koleksi emas yang dimiliki pada saat harganya sedang rendah untuk menghindari kerugian.

Lalu, berapa harga perhiasan emas saat ini di Raja Emas Indonesia dan Lakuemas Indonesia?

Update Harga Emas Perhiasan

Berdasarkan laporan yang tersaji di laman resmi Raja Emas Indonesia dan Lakuemas Indonesia, harga perhiasan ukuran 24 karat di toko tersebut kompak mengalami penurunan.

Di Raja Emas Indonesia, emas perhiasan ukuran 24 karat dengan kemurnian  paling tinggi turun hingga menyentuh angka Rp2.200.0000 per gram. Sedangkan, ukuran 24 karat dengan kemurnian 99,5 persen turun menjadi Rp2.120.000er gram

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Dividen Danantara Rp120 Triliun Masuk Kas Negara pada 2026

Untuk ukuran 23 karat, harganya saat ini sebesar Rp1.968.000 per gram. Sementara, ukuran paling kecil di toko tersebut, yakni 5 karat dijual seharga Rp427.000 per gram.

Di sisi lain, harga perhiasan di Lakuemas Indonesia emas perhiasan ukuran 24 karat dengan kemurnian 99 persen turun menjadi Rp2.310.000 per gram. Sedangkan, ukuran 23 karat dibanderol Rp1.0998.000 per gram.

Daftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini

Simak selengkapnya daftar harga emas perhiasan hari ini, Senin, 31 Agustus 2026 di Raja Emas Indonesia dan Lakuemas Indonesia yang dapat dijadikan perbandingan serta acuan oleh masyarakat.

Harga Emas Perhiasan di Raja Emas

Berikut ini daftar lengkap harga emas perhiasan di Raja Emas seperti yang tertera pada website.

Baca Juga: Cara Tarik Dana Rp300.000 Bansos KLJ dan KAJ Agustus 2026, Bisa dari ATM atau Bank Jakarta

  • K24 Murni: Rp 2.200.000
  • K24 (99.5%): Rp 2.120.000
  • K23: Rp 1.968.000
  • K22: Rp 1.867.000
  • K21: Rp 1.783.000
  • K20: Rp 1.698.000
  • K19: Rp 1.613.000
  • K18: Rp 1.535.000
  • K17: Rp 1.450.000
  • K16: Rp 1.358.000
  • K15: Rp 1.275.000
  • K14: Rp 1.190.000
  • K13: Rp 1.104.000
  • K12: Rp 1.021.000
  • K11: Rp 935.000
  • K10: Rp 850.000
  • K9: Rp 776.000
  • K8: Rp 681.000
  • K7: Rp 595.000
  • K6: Rp 512.000
  • K5: Rp 427.000

Harga Emas Perhiasan di Lakuemas 

Berikut ini daftar lengkap harga emas perhiasan hari ini di Lakuemas seperti yang tertera pada website.

  • 24K: Rp. 2,310,000
  • 23K: Rp. 1,998,000
  • 22K: Rp. 1,912,000
  • 21K: Rp. 1,828,000
  • 20K: Rp. 1,739,000
  • 19K: Rp. 1,651,000
  • 18K: Rp. 1,562,000
  • 17K: Rp. 1,474,000
  • 16K: Rp. 1,385,000
  • 15K: Rp. 1,299,000
  • 14K: Rp. 1,211,000
  • 13K: Rp. 1,125,000
  • 12K: Rp. 1,036,000
  • 11K: Rp. 948,000
  • 10K: Rp. 861,000
  • 9K: Rp. 773,000

Sebagai catatan, harga emas perhiasan di masing-masing toko di atas dapat berubah-ubah sewaktu-waktu. Masyarakat dapat melakukan pengecekan secara berkala di situs resmi penyedia untuk mengetahui harga terbaru.

Apa Penyeb Harga Emas Turun?

Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, secara garis besar pergerakan harga emas memang cenderung stabil, namun harganya tetap dapat berfluktuasi sewaktu-waktu.

Terdapat sejumlah hal yang membuat harga emas melemah atau mengalami penurunan seperti saat ini.

  • Kondisi perekonomian global.
  • Kebijakan pemerintah dan bank sentral.
  • Menguatnya nilai tukar dolar AS.
  • Suku bunga acuan mengalami kenaikan.
  • Turunnya permintaan emas fisik di pasaran.
  • Pengaruh harga komoditas lain.
  • Tindakan profit taking atau ambil untung oleh investor.

Berita Terkait


News Update