Pemprov DKI berupaya memperluas jangkauan layanan bus Transjabodetabek sebagai alternatif bagi masyarakat yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi.
Sejumlah rute yang disiapkan antara lain Blok M–Alam Sutera, Blok M–PIK 2, serta Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Perluasan jaringan transportasi umum diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat sekaligus mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengajak masyarakat untuk beralih memanfaatkan moda transportasi publik yang telah disediakan pemerintah.
Untuk mendorong partisipasi warga, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan mengenai layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.
4. Percepat Penggunaan Bus Listrik
Strategi berikutnya diarahkan pada percepatan penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Pemprov DKI menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi yang berasal dari sektor transportasi.
Sektor transportasi disebut menyumbang hingga 50 persen emisi gas buang di Jakarta sehingga pengalihan armada menuju kendaraan listrik menjadi salah satu langkah yang dinilai penting dalam pengendalian polusi udara.
Selain mengganti armada, upaya tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan penggunaan transportasi umum oleh masyarakat.
Dengan semakin banyak warga yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, tekanan emisi dari aktivitas kendaraan di jalan diharapkan dapat ditekan.
