Menko AHY Prioritaskan Evakuasi Korban hingga Pemulihan Layanan Dasar Masyarakat Pascagempa NTT

Minggu 16 Agu 2026, 13:52 WIB
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Sumber: Dok. Istimewa)
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Sumber: Dok. Istimewa)

BBWS Nusa Tenggara II juga telah menyiagakan berbagai peralatan pendukung, termasuk drilling rig dan truck crane, untuk mempercepat penanganan apabila dibutuhkan di lapangan.

Pemerintah turut memberikan perhatian terhadap SPAM Waemese di Labuan Bajo agar pelayanan air minum bagi masyarakat dapat segera dipulihkan. Penanganan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur juga terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan sumber daya air bagi masyarakat.

“Prioritas kami dari sisi infrastruktur adalah jangan sampai kerusakan dan terputusnya akses memperberat kondisi masyarakat ataupun menghambat penanganan darurat. Konektivitas dan layanan dasar yang terdampak harus dipulihkan secepat mungkin,” tuturnya.

Selain penanganan langsung di lapangan, pemerintah terus melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap kerusakan jalan, jembatan, infrastruktur sumber daya air, sistem penyediaan air minum, rumah warga, serta fasilitas publik lainnya. Assessment tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan pada fase berikutnya.

Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mengonsolidasikan langkah Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, BNPB, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait lainnya agar respons pemerintah berjalan cepat, terpadu, dan tidak tumpang tindih.

Baca Juga: Penyebab Gempa Simalungun Sumut M 6,4 Apa? Ini Penjelasan BMKG

“Pemerintah terus berkoordinasi dan hadir memastikan proses cepat tanggap darurat bencana, serta rehabilitasi dan rekonstruksi atas rumah, infrastruktur, dan fasilitas publik dapat berjalan efektif, cepat, dan tepat guna,” ucapnya.

Ia menegaskan penanganan tidak akan berhenti setelah fase tanggap darurat. Setelah kondisi darurat tertangani, pemerintah akan melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan hasil assessment kerusakan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Setelah fase darurat, kita harus memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tuntas. Infrastruktur yang dibangun kembali harus lebih kuat dan lebih tahan terhadap gempa sehingga masyarakat juga semakin terlindungi,” tuturnya.

AHY mengapresiasi seluruh unsur yang telah bekerja di lapangan, mulai TNI, Polri, BPBD, relawan, pemerintah daerah, hingga jajaran teknis kementerian terkait, termasuk Kementerian PU, yang terus bekerja dalam penanganan dampak bencana.

Baca Juga: Wisata Desa Waerebo Ditutup Sementara Akibat Gempa NTT, Kapan Dibuka Kembali?

“Kepada seluruh petugas di lapangan, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan jajaran teknis kementerian, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Teruslah bekerja dengan cepat, cermat, dan penuh empati,” katanya.


Berita Terkait


News Update