International Battery Summit 2026 Digelar di Jakarta, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Baterai Global

Jumat 14 Agu 2026, 19:04 WIB
IBS 2026 jadi wadah kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, investor, dan peneliti untuk mendorong inovasi serta mempercepat pengembangan ekosistem baterai nasional. (Sumber: Poskota/Aldi Harlanda Irawan)
IBS 2026 jadi wadah kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, investor, dan peneliti untuk mendorong inovasi serta mempercepat pengembangan ekosistem baterai nasional. (Sumber: Poskota/Aldi Harlanda Irawan)

Niko menyebut keterlibatan pemerintah, industri, akademisi, investor, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekosistem baterai nasional.

IBS 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif, membangun kemitraan, sekaligus membahas peluang dan tantangan yang dihadapi industri baterai Indonesia.

Sementara itu, Pamerindo Indonesia melihat IBS 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antar pelaku industri. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian menuju The Battery Show Asia-Indonesia yang merupakan bagian dari Energy Week - IEE Series 2026 pada 2–5 September 2026.

Baca Juga: Mazda Resmikan Dealer Pertama di Malang, Perkuat Jaringan Jawa Timur

Baterai Tak Hanya untuk Kendaraan Listrik

Perkembangan industri baterai saat ini tidak hanya berkaitan dengan kendaraan listrik. Teknologi penyimpanan energi juga semakin penting seiring meningkatnya penggunaan energi terbarukan.

Director of Business and Academy Development NBRI sekaligus Executive Director ID Battery, Muhammad Firmansyah, mengatakan kebutuhan baterai ke depan akan semakin erat dengan pengembangan energi terbarukan.

Salah satu teknologi yang dinilai strategis adalah Battery Energy Storage System (BESS). Sistem ini dapat membantu mengatasi sifat intermiten energi surya, menjaga keandalan sistem kelistrikan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan.

Dengan target pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 GW, kebutuhan terhadap teknologi penyimpanan energi dinilai akan semakin besar.

Dorong Investasi dan Teknologi Baterai

Selain membahas teknologi, IBS 2026 juga diarahkan untuk membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis. Director of Strategic Partnership and Industry Development NBRI, Reynaldi Istanto, mengatakan Indonesia berpeluang berkembang dari sekadar bagian dari rantai pasok baterai global menjadi salah satu pusat investasi dan industri baterai.

Untuk mencapai target tersebut, menurut Reynaldi, Indonesia membutuhkan investasi, teknologi, akses pasar, serta proyek dengan dasar bisnis yang kuat. Karena itu, IBS 2026 akan mempertemukan investor, perusahaan teknologi, pelaku industri, dan pemerintah untuk membuka peluang kolaborasi baru di sektor baterai.

Baca Juga: GIIAS 2026 Hadirkan Merek Kendaraan Terbaru, Sukses Tarik 496.378 Pengunjung

Bahas Teknologi hingga Ekonomi Sirkular

Rangkaian IBS 2026 akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk advanced battery technology, battery manufacturing, renewable energy, energy storage system, electric vehicle and mobility, investasi, keselamatan baterai, battery end-of-life, serta ekonomi sirkular.


Berita Terkait


News Update