"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mik dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucapnya.
Ia mengungkapkan tengah melakukan evaluasi internal terhadap sejumlah personel terkait sebagai tindak lanjut atas masalah yang terjadi saat ini.
Handoko menegaskan, perusahaan berupaya memperkuat arahan kepada seluruh tim di lapangan untuk menghindari kejadian serupa agar tidak terulang lagi.
"Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan. Manajemen Newport berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa mendatang," tegasnya.
MC Acara di Stan Newport Minta Maaf
Permintaan maaf juga disampaikan MC acara di stan Newport, Revnaldo Ega Siahaan melalui unggahan di akun Threads miliknya.
"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung," tulis Revnaldo Ega, seperti dikutip dari akun Threads @aqueer_.
Ega juga menjelaskan bahwa kejadian yang tengah menjadi sorotan saat ini adalah aksi spontan dan tidak berhubungan dengan brand.
"Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," tuturnya.
