Era Komputasi Kuantum di Depan Mata, Indonesia Siapkan Strategi Keamanan Siber

Selasa 11 Agu 2026, 12:35 WIB
Kemenko Polkam, BSSN, Telkom, serta perwakilan kementerian, lembaga, industri, akademisi, dan komunitas keamanan siber memperkuat kolaborasi melalui Rapat Koordinasi Penyusunan Kebijakan Menghadapi Post-Quantum Computing (PQC). (Sumber: Telkom)
Kemenko Polkam, BSSN, Telkom, serta perwakilan kementerian, lembaga, industri, akademisi, dan komunitas keamanan siber memperkuat kolaborasi melalui Rapat Koordinasi Penyusunan Kebijakan Menghadapi Post-Quantum Computing (PQC). (Sumber: Telkom)

POSKOTA.CO.ID - Perkembangan komputasi kuantum membawa peluang besar bagi kemajuan teknologi, tetapi di sisi lain juga memunculkan ancaman baru terhadap keamanan siber.

Kemampuan komputer kuantum yang jauh lebih kuat dibandingkan komputer konvensional berpotensi melemahkan sistem kriptografi yang saat ini digunakan untuk melindungi data, komunikasi, hingga transaksi digital.

Mengantisipasi risiko tersebut, pemerintah mulai mempercepat persiapan menuju era post-quantum computing atau pasca-komputasi kuantum.

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), akademisi, pelaku industri, serta komunitas keamanan siber memperkuat kolaborasi untuk membangun kesiapan nasional.

Baca Juga: Telkom Gelar Forum Kolaborasi Nasional untuk Perkuat Kesiapan Post-Quantum Cryptography

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Urgensi Penyusunan Kebijakan Menghadapi Post-Quantum Computing (PQC) yang digelar pada Kamis (6/8).

Rapat dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam Marsda TNI Eko Dono Indarto, S.I.P.,MTr .(Han.). Forum tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN Marsda TNI R. Tjahjo Kurniawan, Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr. Pratama Persadha, serta sejumlah pejabat Kemenko Polkam, Telkom, kementerian dan lembaga, BUMN, akademisi, industri, dan komunitas keamanan siber.

Mengapa Komputasi Kuantum Perlu Diantisipasi?

Komputer kuantum diproyeksikan mampu menghadirkan lompatan besar dalam kemampuan komputasi. Teknologi ini berpotensi mendorong berbagai inovasi, termasuk di bidang riset, industri, kesehatan, hingga transformasi digital.

Namun, kemampuan tersebut juga dapat menjadi ancaman bagi sistem keamanan digital. Algoritma kriptografi yang saat ini digunakan untuk mengamankan informasi berpotensi menjadi lebih mudah diserang ketika komputer kuantum telah mencapai kemampuan yang memadai.

Karena itu, Indonesia dinilai perlu mempersiapkan sistem keamanan yang mampu bertahan menghadapi ancaman tersebut sebelum teknologi komputasi kuantum mencapai tingkat kemampuan yang dapat mengganggu infrastruktur digital saat ini.

Baca Juga: Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta melalui Forum CorpU Association Insight


Berita Terkait


News Update